- Badan Pengelola Dana Perkebunan mengucurkan anggaran senilai Rp1,3 triliun untuk program pengembangan sumber daya manusia sejak 2015 hingga 2025.
- BPDP menaikkan kuota penerima beasiswa sawit menjadi 5.000 orang pada tahun 2026 demi merespons tingginya antusiasme masyarakat.
- Program beasiswa penuh ini memprioritaskan anak petani, pekerja kebun, dan supir truk guna meningkatkan kesejahteraan keluarga rantai pasok sawit.
Suara.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengucurkan anggaran hingga Rp1,3 triliun untuk program pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk membiayai program Beasiswa Perkebunan Kelapa Sawit sejak 2015-2025.
Untuk tahun 2026 ini, lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu menaikkan kuota penerima beasiswa menjadi 5.000 orang dari 2025 sebelumnya yang hanya 4.000 penerima.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim menjelaskan kalau kenaikan kuota ini sekaligus merespons tingginya antusiasme masyarakat di mana setiap tahunnya tercatat sekitar 10.000 pendaftar. Adapun total kumulatif penerima manfaat beasiswa ini telah mencapai 13.265 orang.
Ia menerangkan, program beasiswa ini dirancang secara fully funded (beasiswa penuh) guna memastikan para penerima dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya.
"Beasiswa ini mencakup seluruh kebutuhan studi, mulai dari biaya pendidikan, transportasi, uang saku dan jaminan biaya hidup bulanan, penyediaan buku, hingga fasilitas sertifikasi kompetensi sebelum mereka lulus," ujar Zaid dalam Media Briefing yang digelar di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip Kamis (30/7/2026).
Demi memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu mendorong mobilitas sosial, BPDP memprioritaskan beasiswa ini bagi anak-anak yang berada di garis depan rantai pasok industri sawit.
Sasaran utama penerima manfaat meliputi anak petani swadaya, anak pekerja atau buruh perkebunan, hingga anak-anak dari profesi pendukung seperti supir truk pengangkut sawit.
"Kami ingin memastikan anak-anak dari para pelaku lapangan, petani rakyat, pekerja kebun, hingga supir truk sawit, mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa terbebani masalah biaya," tambahnya.
Tak sekadar memberikan bantuan finansial, program beasiswa ini juga dirancang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Para mahasiswa dibekali pelatihan praktis dan sertifikasi profesi agar siap langsung terserap di pasar kerja setelah menyelesaikan studi.
Baca Juga: Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan
Upaya pengembangan SDM bernilai Rp1,3 triliun ini menjadi salah satu pilar strategis BPDP dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing industri sawit nasional dari hulu hingga ke hilir.
Berita Terkait
-
Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan
-
Istana Respons Putusan MK Soal Larangan MBG Pakai 20 Persen Anggaran Pendidikan
-
Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027
-
MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan, Berlaku Paling Lambat APBN 2028
-
Resmi, MK Larang Program MBG Pakai 20 Persen Anggaran Pendidikan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
-
Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis
-
Bukan Sekadar Menang Trofi, Ini Cerita Atlet Muda Indonesia 'Guncang' Panggung Bulu Tangkis Asia Tenggara
-
Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan
-
Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur
-
Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor
-
Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan