Bisnis / Makro
Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi petani kelapa sawit. [Ist]
Baca 10 detik
  • Badan Pengelola Dana Perkebunan mengucurkan anggaran senilai Rp1,3 triliun untuk program pengembangan sumber daya manusia sejak 2015 hingga 2025.
  • BPDP menaikkan kuota penerima beasiswa sawit menjadi 5.000 orang pada tahun 2026 demi merespons tingginya antusiasme masyarakat.
  • Program beasiswa penuh ini memprioritaskan anak petani, pekerja kebun, dan supir truk guna meningkatkan kesejahteraan keluarga rantai pasok sawit.

Suara.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengucurkan anggaran hingga Rp1,3 triliun untuk program pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk membiayai program Beasiswa Perkebunan Kelapa Sawit sejak 2015-2025.

Untuk tahun 2026 ini, lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu menaikkan kuota penerima beasiswa menjadi 5.000 orang dari 2025 sebelumnya yang hanya 4.000 penerima.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim menjelaskan kalau kenaikan kuota ini sekaligus merespons tingginya antusiasme masyarakat di mana setiap tahunnya tercatat sekitar 10.000 pendaftar. Adapun total kumulatif penerima manfaat beasiswa ini telah mencapai 13.265 orang.

Ia menerangkan, program beasiswa ini dirancang secara fully funded (beasiswa penuh) guna memastikan para penerima dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya.

"Beasiswa ini mencakup seluruh kebutuhan studi, mulai dari biaya pendidikan, transportasi, uang saku dan jaminan biaya hidup bulanan, penyediaan buku, hingga fasilitas sertifikasi kompetensi sebelum mereka lulus," ujar Zaid dalam Media Briefing yang digelar di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip Kamis (30/7/2026).

Demi memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu mendorong mobilitas sosial, BPDP memprioritaskan beasiswa ini bagi anak-anak yang berada di garis depan rantai pasok industri sawit.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim saat media briefing yang digelar di Hotel Mercure, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Sasaran utama penerima manfaat meliputi anak petani swadaya, anak pekerja atau buruh perkebunan, hingga anak-anak dari profesi pendukung seperti supir truk pengangkut sawit.

"Kami ingin memastikan anak-anak dari para pelaku lapangan, petani rakyat, pekerja kebun, hingga supir truk sawit, mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa terbebani masalah biaya," tambahnya.

Tak sekadar memberikan bantuan finansial, program beasiswa ini juga dirancang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Para mahasiswa dibekali pelatihan praktis dan sertifikasi profesi agar siap langsung terserap di pasar kerja setelah menyelesaikan studi.

Baca Juga: Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

Upaya pengembangan SDM bernilai Rp1,3 triliun ini menjadi salah satu pilar strategis BPDP dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing industri sawit nasional dari hulu hingga ke hilir.

Load More