-
Pemain Timnas Futsal Indonesia khawatir Hector Souto dipecat PSSI seperti kasus Shin Tae-yong.
-
Firman Adriansyah memohon agar federasi mempertahankan stabilitas pelatih demi prestasi futsal Indonesia.
-
Skuad Garuda Futsal kini resmi melaju ke babak perempat final Piala Asia 2026.
Suara.com - Langkah berani Timnas Futsal Indonesia menuju babak delapan besar Piala Asia Futsal 2026 ternyata menyimpan kegelisahan mendalam.
Para punggawa Garuda Futsal merasa cemas terkait masa depan sang juru taktik, Hector Souto, di kursi kepelatihan.
Firman Adriansyah secara gamblang menyampaikan kegalauannya agar sang pelatih tidak bernasib buruk seperti pendahulunya di sepak bola.
Kekhawatiran ini muncul tepat setelah Indonesia menumbangkan Kirgistan di Indonesia Arena pada Kamis, 29 Januari 2026.
Meskipun tiket perempat final sudah digenggam, isu pergantian pelatih tetap menghantui ruang ganti pemain saat ini.
Publik tentu melihat betapa besarnya transformasi Timnas Futsal Indonesia semenjak ditangani oleh pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.
Grafik performa tim terus menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan raihan berbagai trofi bergengsi dalam waktu singkat.
Souto telah membuktikan tangan dinginnya dengan mempersembahkan gelar juara di ajang Piala AFF Futsal tahun 2024 silam.
Dominasi Indonesia berlanjut hingga ke level regional dengan torehan medali emas pada gelaran SEA Games 2025 lalu.
Baca Juga: Trauma Tragedi Pemecatan Shin Tae-yong, Pemain Timnas Futsal Indonesia Was-was
Kini, fokus utama tim adalah menjaga momentum kemenangan agar bisa berbicara banyak di panggung tertinggi futsal level Asia.
Situasi pelik yang dialami Shin Tae-yong di awal tahun 2025 ternyata masih membekas kuat di ingatan para atlet.
Kala itu, STY didepak dari kursi pelatih Timnas sepak bola meski baru saja membawa Indonesia tampil perkasa.
Banyak pihak menyayangkan keputusan PSSI saat itu karena Indonesia sedang bersaing ketat di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kemenangan bersejarah atas Arab Saudi pun seolah tidak cukup kuat untuk mempertahankan posisi pelatih asal Korea Selatan itu.
Trauma inilah yang kini menghantui Firman Adriansyah dan rekan-rekannya karena futsal tetap berada di bawah payung federasi sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
Jacksen F Tiago Dorong Revolusi Sepak Bola Putri usai Suksesnya MLSC Banjarmasin
-
Banjir Talenta, Pelatih Kebingungan Pilih Pemain Persiapan All Star dari MLSC Bekasi
-
Marukawa Tebar Ancaman, Semen Padang Diprediksi Tak Berkutik di Markas Dewa United
-
Manchester United Bidik Christian Pulisic, Massimiliano Allegri Langsung Pasang Badan
-
Skenario Barcelona Juara LaLiga: Malam Ini atau Pekan Depan Saat Lawan Real Madrid
-
Hasil Imbang Juventus Lawan AC Milan Sisakan Trauma Buat Luciano Spalletti
-
Inter Milan di Ambang Scudetto! Nerazzurri Bisa Kunci Gelar Juara Serie A Pekan Depan
-
Bruno Fernandes Menggila! Tinggal Selangkah Pecahkan Rekor Legendaris Thierry Henry
-
Bareng Ed Sheeran, Elkan Baggott Rayakan Ipswich Town Promosi ke Premier League