Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 30 Januari 2026 | 22:05 WIB
Hector Souto (IG Timnas Futsal Indonesia)
Baca 10 detik
  • Pemain Timnas Futsal Indonesia khawatir Hector Souto dipecat PSSI seperti kasus Shin Tae-yong.

  • Firman Adriansyah memohon agar federasi mempertahankan stabilitas pelatih demi prestasi futsal Indonesia.

  • Skuad Garuda Futsal kini resmi melaju ke babak perempat final Piala Asia 2026.

Suara.com - Langkah berani Timnas Futsal Indonesia menuju babak delapan besar Piala Asia Futsal 2026 ternyata menyimpan kegelisahan mendalam.

Para punggawa Garuda Futsal merasa cemas terkait masa depan sang juru taktik, Hector Souto, di kursi kepelatihan.

Firman Adriansyah secara gamblang menyampaikan kegalauannya agar sang pelatih tidak bernasib buruk seperti pendahulunya di sepak bola.

Kekhawatiran ini muncul tepat setelah Indonesia menumbangkan Kirgistan di Indonesia Arena pada Kamis, 29 Januari 2026.

Meskipun tiket perempat final sudah digenggam, isu pergantian pelatih tetap menghantui ruang ganti pemain saat ini.

Publik tentu melihat betapa besarnya transformasi Timnas Futsal Indonesia semenjak ditangani oleh pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

Grafik performa tim terus menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan raihan berbagai trofi bergengsi dalam waktu singkat.

Souto telah membuktikan tangan dinginnya dengan mempersembahkan gelar juara di ajang Piala AFF Futsal tahun 2024 silam.

Dominasi Indonesia berlanjut hingga ke level regional dengan torehan medali emas pada gelaran SEA Games 2025 lalu.

Baca Juga: Trauma Tragedi Pemecatan Shin Tae-yong, Pemain Timnas Futsal Indonesia Was-was

Kini, fokus utama tim adalah menjaga momentum kemenangan agar bisa berbicara banyak di panggung tertinggi futsal level Asia.

Situasi pelik yang dialami Shin Tae-yong di awal tahun 2025 ternyata masih membekas kuat di ingatan para atlet.

Kala itu, STY didepak dari kursi pelatih Timnas sepak bola meski baru saja membawa Indonesia tampil perkasa.

Banyak pihak menyayangkan keputusan PSSI saat itu karena Indonesia sedang bersaing ketat di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kemenangan bersejarah atas Arab Saudi pun seolah tidak cukup kuat untuk mempertahankan posisi pelatih asal Korea Selatan itu.

Trauma inilah yang kini menghantui Firman Adriansyah dan rekan-rekannya karena futsal tetap berada di bawah payung federasi sama.

Para pemain futsal sangat berharap agar stabilitas kepemimpinan tim saat ini tidak diganggu oleh keputusan manajemen yang mendadak.

Fase emas yang sedang dijalani skuad Garuda Futsal dianggap sebagai periode krusial yang membutuhkan konsistensi dari seorang pelatih kepala.

Pemberhentian pelatih di tengah agenda besar dianggap bisa merusak mentalitas dan pola permainan yang sudah terbentuk rapi.

Ardiansyah Nur juga memberikan pandangan bahwa saat ini tim nasional sudah berada pada jalur perkembangan yang benar.

Ia memuji sinergi antara strategi pelatih dan dukungan penuh yang diberikan oleh pihak federasi selama masa turnamen.

"Ya, kami sudah di jalur yang benar. Di Piala AFF 2024 kami juara, SEA Games kami juara, alhamdulillah," ungkap Ardiansyah Nur kepada awak media.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap elemen di dalam tim sudah merasa nyaman dengan pola kepemimpinan pelatih sekarang.

Ardiansyah juga menyoroti perbaikan yang dilakukan oleh pihak federasi demi mendukung penuh perjuangan para pemain di lapangan hijau.

"Dari segi pelatih, taktik yang diberikan sudah sangat tepat. Dari pihak federasi juga sangat mendukung, banyak yang dibenahi," tambahnya lagi.

Kepercayaan diri para pemain sedang berada di puncak berkat ramuan taktik yang pas dari sang pelatih asal Negeri Matador.

"Jadi, saya rasa kami sudah di jalur yang tepat saat ini," tutup Ardiansyah dengan nada penuh optimisme.

Namun, Firman Adriansyah tetap menyelipkan sebuah pengingat keras agar peristiwa pemecatan mendadak tidak menimpa pelatih futsal mereka.

Ia ingin agar Federasi Futsal Indonesia (FFI) belajar dari reaksi negatif publik saat kasus Shin Tae-yong terjadi dahulu.

Mempertahankan Hector Souto dianggap sebagai harga mati demi menjaga harapan Indonesia lolos lebih jauh di turnamen Asia.

"Ya, ini sudah di jalur yang positif. Semoga di tengah jalan pelatihnya tidak diganti," kata Firman menegaskan posisinya.

Saat ini, Indonesia bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat pada fase gugur dengan ekspektasi tinggi dari seluruh penggemar.

Dukungan moral dari pemain kepada pelatih diharapkan bisa menjadi sinyal kuat bagi federasi untuk tetap mempertahankan stabilitas tim.

Futsal Indonesia kini sedang menapaki sejarah baru dan sangat bergantung pada tangan dingin pelatih yang sudah paham karakteristik pemain.

Sebagai bagian resmi dari struktur FIFA di bawah PSSI, segala kebijakan terkait timnas futsal memang tetap menjadi wewenang pusat.

Semoga keberhasilan melaju ke perempat final menjadi bukti kuat bahwa sistem yang dibawa Hector Souto layak dipertahankan selamanya.

Load More