Bola / Bola Indonesia
Senin, 02 Februari 2026 | 12:24 WIB
John Herdman temukan analis tim untuk Timnas Indonesia. (Dok. Bali United)
Baca 10 detik
  • Dzikry Lazuardi, analis Persija Jakarta, dipastikan bergabung menjadi analis Timnas Indonesia di bawah John Herdman.
  • Kepastian ini terungkap setelah Dzikry menyampaikan salam perpisahan resmi kepada Persija pada Minggu (1/2/2026).
  • Dzikry meninggalkan Persija di tengah musim Super League karena menerima kehormatan panggilan negara untuk Timnas.

Suara.com - Struktur tim kepelatihan baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman perlahan mulai terkuak.

Sebuah posisi krusial, yakni analis tim kini telah terisi oleh sosok yang bukan kaleng-kaleng.

Adalah Dzikry Lazuardi yang selama ini menjabat sebagai Head of Analyst Persija Jakarta, yang dipastikan akan menjadi bagian dari staf pelatih Skuad Garuda.

Kabar ini terkonfirmasi setelah Dzikry secara resmi menyampaikan salam perpisahan emosional kepada para pemain dan ofisial Macan Kemayoran.

Dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Persija pada Minggu (1/2/2026), Dzikry mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan klub ibu kota di tengah berjalannya musim Super League 2025/2026.

“Semuanya, terima kasih untuk kerja samanya selama ini,” buka Dzikry Lazuardi dalam pidato perpisahannya.

Keputusan ini diakuinya cukup berat dan di luar rencana awalnya. Mantan analis Persipura Jayapura itu mengaku tidak pernah terpikir untuk meninggalkan Persija sebelum musim kompetisi berakhir, mengingat ikatan kuat yang telah terjalin.

“Saya juga sebenarnya tidak ada kepikiran untuk keluar dari Persija di tengah musim,” ucapnya.

“Saya ingin mengakhiri musim ini di Persija, bekerja bersama, menang bersama, dan ya kita selalu bersama-sama,” tambah Dzikry.

Baca Juga: Lama Jadi Isu Kuat, 5 Pemain Keturunan Indonesia Menunggu Naturalisasi Era John Herdman

Namun, panggilan negara menjadi alasan utama di balik keputusannya. Ia menjelaskan bahwa kesempatan untuk menjadi analis di Timnas Indonesia adalah sebuah kehormatan yang tidak bisa ia tolak, meskipun harus berpisah dengan tim yang sudah dianggapnya seperti keluarga.

“Tapi memang ya di sepak bola ada perpisahan dan saya juga mendapat kesempatan menjadi analis di Timnas Indonesia,” jelasnya.

“Tapi saya juga tetap membantu Persija dari jauh dan selalu ingin Persija menang setiap minggunya,” imbuhnya.

Dalam momen perpisahan itu, Dzikry juga menyampaikan permohonan maaf dan harapannya untuk bisa bertemu kembali dengan para pemain Persija yang dipanggil ke timnas.

“Saya juga meminta maaf kalau ada kesalahan-kesalahan, saya merasa punya keluarga di sini,” ungkap Dzikry.

“Dan untuk teman-teman pemain berpaspor Indonesia, semoga kita bisa bertemu juga di camp-camp Tim Nasional. Dan semoga Persija sukses dan mendapatkan target musim ini,” tutupnya.

Load More