Bola / Liga Italia
Senin, 02 Februari 2026 | 11:31 WIB
Jay Idzes (IG Jay Idzes)
Baca 10 detik
  • Sassuolo menang 3-1 atas Pisa berkat gol Berardi, Kone, dan gol bunuh diri lawan.

  • Jay Idzes melakukan aksi penyelamatan krusial dengan membuang bola tepat di garis gawang sendiri.

  • Pelatih Fabio Grosso meminta tim tetap fokus membenahi kekurangan meski meraih kemenangan dua kali beruntun.

Suara.com - Stadion Romeo Anconetani menjadi saksi bisu ketangguhan lini pertahanan yang digalang pemain Timnas Indonesia.

Sassuolo berhasil mencuri poin penuh saat bertamu ke markas Pisa pada Sabtu (31/1/2026) waktu setempat.

Pertandingan pekan ke-23 Serie A ini berakhir dengan skor meyakinkan 3-1 untuk keunggulan tim tamu.

Tiga gol kemenangan Neroverdi bersumber dari Domenico Berardi, gol bunuh diri Antonio Caracciolo, dan Ismael Kone.

Tuan rumah hanya mampu membalas satu gol melalui aksi individu yang diselesaikan oleh Michel Aebischer.

Kemenangan ini membawa angin segar bagi anak asuh Fabio Grosso di tabel klasemen sementara.

Dominasi Sassuolo sebenarnya sudah terlihat sejak awal laga melalui skema serangan balik yang sangat mematikan.

Namun, tensi pertandingan meningkat drastis ketika Pisa mulai memberikan tekanan balasan setelah memperkecil ketertinggalan skor.

Momen paling mendebarkan terjadi saat skor masih bertahan 2-1 untuk keunggulan tim tamu yang sedang tertekan.

Baca Juga: Presiden Inter Blak-blakan Ciri-ciri Pelempar Flare ke Emil Audero, Rekaman CCTV Jadi Kunci

Gawang Sassuolo nyaris bobol andai bek andalan mereka, Jay Idzes, tidak melakukan tindakan yang sangat heroik.

Pemain pengganti tim lawan, Mehdi Leris, melakukan penetrasi tajam dari sektor kanan pertahanan tim tamu.

Ia melepaskan sepakan akurat saat kiper Andrea Consigli sudah tidak berada di posisi yang tepat.

Bola liar tersebut meluncur deras ke arah gawang yang sudah kosong melongpong tanpa penjagaan kiper.

Secara mengejutkan, Jay Idzes melakukan lari cepat menuju garis gawang untuk membuang bola yang hampir masuk.

Ssapuan bola yang sangat krusial tersebut langsung meruntuhkan moral bertanding para pemain Pisa di hadapan pendukungnya.

Load More