- Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, emosional saat bertanding melawan Persis Solo di Manahan (31/1/2026).
- Koneksi emosional muncul karena Solo adalah kota kelahiran kakek Thom Haye, pemain keturunan Indonesia.
- Persib memenangkan laga tandang BRI Super League tersebut dengan skor tipis 1-0 berkat gol Andrew Jung.
Suara.com - Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengaku merasa emosional saat tampil menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026).
Perasaan tersebut muncul karena Solo merupakan kota kelahiran kakek pemain Timnas Indonesia tersebut, sehingga laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 terasa lebih spesial baginya.
Sebagai informasi, Thom Haye merupakan pemain naturalisasi yang memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya.
Kakek Thom Haye berasal dari Solo, Jawa Tengah, sedangkan neneknya berasal dari Sulawesi Utara.
“Sejujurnya saya merasa emosional jika memikirkan ini, jadi saya sangat antusias. Ini juga hari yang spesial untuk keluarga saya,” kata Thom Haye.
Pada pertandingan tersebut, Persib berhasil mengamankan poin penuh setelah menaklukkan Persis dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan Persib pada laga tandang BRI Super League 2025/2026 itu dicetak oleh Andrew Jung pada menit ke-39.
Menurut Thom Haye, kemenangan tersebut sangat penting untuk menjaga posisi Persib di puncak klasemen.
“Jadi saya senang kami bisa menang,” ucap pemain berusia 33 tahun itu.
Baca Juga: Thom Haye Meledak ke Wasit, Bojan Hodak Buka Suara
Selain hasil pertandingan, Thom Haye juga menyoroti kualitas Stadion Manahan yang dinilainya memiliki lapangan berkualitas.
“Jika melihat stadion ini, ini salah satu lapangan terbaik di Indonesia yang kami mainkan musim ini. Saya harap kondisinya bisa terus seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, selama berada di Solo, Thom Haye mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk berjalan-jalan karena fokus pada persiapan pertandingan.
“Ya, memang agak sulit karena kami kebanyakan hanya berada di hotel,” ungkapnya.
Meski demikian, Thom Haye berharap dapat kembali ke Solo dan menikmati suasana kota kelahiran sang kakek.
“Saya ingin bisa berjalan-jalan dan menikmati kota ini. Saya harap bisa kembali ke sini lagi,” pungkasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla