- Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, protes keras dan mendapat kartu kuning menit ke-59 kontra Persis Solo.
- Pelatih Bojan Hodak memaklumi reaksi emosional Haye karena merasa dirugikan keputusan wasit.
- Kartu kuning ketiga Haye musim 2025-26 menempatkannya rawan absen satu laga akumulasi kartu.
Suara.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, buka suara soal aksi Thom Haye yang sempat meluapkan emosinya dalam laga melawan Persis Solo.
Insiden tersebut terjadi di tengah pertandingan dan menjadi sorotan publik, terutama setelah sang gelandang diganjar kartu kuning oleh wasit.
Momen itu berlangsung pada menit ke-59. Thom Haye terlihat melakukan protes keras kepada wasit Muhammad Iqbaluddin setelah merasa dijatuhkan oleh pemain Persis Solo.
Namun, pengadil lapangan menilai tidak ada pelanggaran dan justru memberikan kartu kuning kepada pemain Persib tersebut.
Bojan Hodak memahami reaksi yang ditunjukkan Thom Haye. Menurut pelatih asal Kroasia itu, sang pemain merasa dirugikan oleh keputusan wasit sehingga emosinya sempat terpancing.
“Saya rasa dia tidak senang dengan keputusan wasit, karena menurutnya ada pelanggaran terhadap dia,” ujar Bojan Hodak dikutip dari Republik Bobotoh.
Hodak menilai luapan emosi seperti itu masih tergolong wajar, terutama dalam pertandingan dengan tensi tinggi.
Ia menyebut bahwa dalam laga ketat, pemain kerap bereaksi spontan ketika merasa diperlakukan tidak adil di lapangan.
Meski demikian, kejadian tersebut tetap meninggalkan konsekuensi bagi Thom Haye.
Baca Juga: Dulu Andalan, Jangan Harap 2 Pemain Keturunan Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Kartu kuning yang diterimanya menjadi kartu ketiga di ajang Super League musim 2025-26.
Dengan catatan tersebut, Thom Haye kini berada dalam situasi rawan sanksi.
Satu kartu kuning tambahan pada laga berikutnya akan membuatnya harus absen satu pertandingan akibat akumulasi kartu.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi Persib Bandung.
Peran Thom Haye di lini tengah sangat krusial dalam menjaga keseimbangan permainan Maung Bandung, terutama dalam kompetisi papan atas Super League musim ini.
Berita Terkait
-
Dulu Andalan, Jangan Harap 2 Pemain Keturunan Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kata Petinggi Persib Usai Jadwal Pertandingan di Super League Ditunda
-
3 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Bawa Kabar Sangat Buruk untuk FIFA Series 2026
-
Manajemen Persib Bandung Apresiasi Perubahan Jadwal Lawan Borneo FC
-
Bojan Hodak Pastikan Jadwal Tandang Persib Bandung Lawan Borneo FC Resmi Berubah
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta