Bola / Bola Dunia
Senin, 02 Februari 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi korupsi dalam sepak bola. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Sembilan klub Chinese Super League (CSL) menerima pengurangan poin menjelang musim 2026 karena masalah keuangan dan korupsi.
  • Tianjin Jinmen Tiger dan Shanghai Shenhua menerima sanksi terberat berupa pengurangan sepuluh poin serta denda signifikan.
  • Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan sanksi terkait pengaturan pertandingan, perjudian, dan penyuapan di tengah kesulitan finansial klub.

Suara.com - Jagat sepak bola digemparkan dengan sanksi pengurangan poin karena indikasi adanya kasus korupsi.

Hal itu terjadi jelang bergulirnya China Super League 2026.

Tak tanggung-tanggung, sembilan dari 16 peserta kompetisi kasta tertinggi Liga China dijatuhi sanksi pengurangan poin.

"Chinese Super League belum mulai, poin klub-klubnya banyak yg pada negatif, berkaitan dengan penunggakan gaji, utang dan masalah finansial, investasi dan ekonomi lesu, perjudian dan  korupsi serta kebijakan pemerintah yang dipaksakan," tulis unggahan akun Instagram @sepakbola_90_menit dilansir Suara.com, Senin (2/2/2026).

Total 11 tim dari dua liga teratas dikenai pengurangan poin dan menghadapi sanksi finansial. Akibatnya, ketika musim CSL 2026 dimulai pada bulan Maret, sembilan klub akan memulai kampanye dengan total poin negatif.

Tianjin Jinmen Tiger dan runner-up musim lalu, Shanghai Shenhua, menerima hukuman terberat, masing-masing menghadapi pengurangan 10 poin dan denda satu juta yuan ($144.000).

Lalu Shanghai Port, juara selama tiga musim terakhir, akan dikurangi lima poin dan didenda 400.000 yuan, hukuman yang sama seperti yang diberikan kepada Beijing Guoan.

CFA menyatakan bahwa sanksi tersebut terkait dengan pengaturan pertandingan, perjudian, dan penyuapan. Mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kasus-kasus individual.

Tindakan keras ini dilakukan karena banyak klub profesional Tiongkok mengalami kesulitan keuangan.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid

Selain itu, Guangzhou FC, tim paling sukses dalam sejarah CSL, bubar pada tahun 2025 setelah gagal melunasi utangnya menjelang musim baru.

Load More