- Pelatih John Herdman menjadikan keragaman pemain lokal dan diaspora sebagai senjata utama Timnas Indonesia.
- Herdman memantau talenta di Super League 2025/2026 dan Eropa demi membangun tim lolos Piala Dunia 2030.
- Dukungan suporter berjumlah 280 juta penduduk Indonesia merupakan modal sosial penting untuk mentalitas tim.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman tidak hanya fokus pada pencarian pemain dan taktik di lapangan.
Di tengah misinya membangun skuad untuk agenda internasional Maret mendatang, ia telah mengidentifikasi satu elemen yang diyakininya akan menjadi senjata utama Skuad Garuda di panggung dunia yaitu keragaman.
Saat ini Herdman tengah memantau talenta di Super League 2025/2026 sebelum melanjutkan agendanya ke Eropa. Misinya jelas, membangun tim tangguh untuk lolos ke Piala Dunia 2030.
Dalam filosofinya, Herdman menolak adanya dikotomi antara pemain lokal dan pemain keturunan.
Baginya semua Warga Negara Indonesia (WNI) memiliki hak dan peluang yang sama untuk membela Merah Putih, dan perpaduan latar belakang mereka justru menjadi nilai lebih.
“Saya tidak melihat paspor, saya melihat orang, dan saya merasa keragaman adalah kekuatan terbesar kita,” ujar Herdman dilansir dari video di kanal YouTube Timnas Indonesia, Senin (2/2/2026).
Ia sadar bahwa keberagaman bisa menjadi pisau bermata dua jika tidak dikelola dengan baik.
Namun dengan pendekatan yang tepat, ia yakin perbedaan inilah yang akan menjadi pembeda.
“Keragaman adalah senjata utama timnas,” tambahnya.
Baca Juga: Nenek Lahir di Bandung, Ini Deretan Fakta Mauro Zijlstra Calom Bomber Anyar Persija Jakarta
Kekuatan ini menurutnya lahir dari proses saling memahami dan berbagi di antara para pemain dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik yang tumbuh di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Keragaman pemain lokal kita dengan para pemain diaspora dan bagaimana kita saling berbagi dan memahami latar belakang masing-masing,” ujarnya.
Tujuannya adalah untuk melebur semua perbedaan menjadi satu kekuatan kolektif yang solid, dengan fokus untuk mengalahkan lawan, bukan terpecah oleh friksi internal.
“Nilai mereka, kekuatan mereka, jadi ini tentang kita melawan mereka (tim lawan) bukan melawan kita sendiri,” jelasnya.
Selain keragaman pemain, Herdman juga menyoroti satu kekuatan masif lainnya yang dimiliki Indonesia yakni dukungan suporter yang luar biasa.
Baginya, antusiasme 280 juta penduduk adalah modal sosial yang tak ternilai harganya, yang harus dirangkul secara kolektif untuk membangkitkan mentalitas tim pasca kegagalan di kualifikasi sebelumnya.
Berita Terkait
-
John Herdman Blusukan ke Eropa, Striker Keturunan Ini Langsung Unjuk Gigi di Inggris
-
Dulu Dituduh Antek RMS, Pemain Keturunan Maluku: Saya Tak Tutup Kemungkinan Bela Timnas Indonesia
-
Selamat Datang Pemain Keturunan Grade A Rp 17,38 Miliar, Sudah Oke Gabung Timnas Indonesia
-
3 Fakta Menarik di Balik Gol Miliano Jonathans ke Gawang Ajax Amsterdam
-
Misteri Marselino Ferdinan Pulang ke Indonesia, AS Trencin Kasih Isyarat Kuat
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
-
Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Hansi Flick hingga 2028
-
Mohamed Salah Ingin Liverpool Kembali Bergaya Heavy Metal, Ramai Dapat Dukungan Mantan
-
Jose Mourinho Sepakat Kembali Latih Real Madrid dengan Kontrak Dua Tahun
-
Tak Gentar dengan Lawan, Afrika Selatan Janjikan Permainan Atraktif di Piala Dunia 2026
-
Tak Mau Imbang, Adam Alis Ingin Persib Bandung Menang atas Persijap
-
Mauricio Souza Bangga Persija Jakarta Pecahkan Rekor Poin
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Cetak Gol dan Masuk Tim Terbaik Bundesliga
-
23 Tahun Mengabdi, Real Madrid Resmi Lepas Dani Carvajal pada Akhir Musim
-
Borneo FC Gagal Menang di Markas Persijap, Fabio Lefundes: Peluang Juara Belum Berakhir