- Andri Syahputra, yang memilih membela Timnas Qatar, menunjukkan karier yang stagnan di kompetisi domestik Qatar selama delapan tahun.
- Sejak 2017 di Al-Gharafa, pemain 26 tahun itu hanya mengoleksi satu gol dari 64 penampilan klub profesionalnya.
- Performa internasionalnya bersama timnas kelompok umur Qatar juga terbatas, hanya mencetak satu gol dari total 19 penampilan.
Suara.com - Masih ingat dengan penyerang kelahiran Lhokseumawe, Aceh yang memilih membela Qatar dibanding Timnas Indonesia, Andri Syahputra?
Beberapa tahun lalu nama Andri Syahputra sempat jadi sorotan banyak pihak karena pilihannya membela Qatar.
Saat Andri membela Qatar, boleh dibilang kondisi Timnas Indonesia sangat jauh berbeda dengan sekarang.
Menariknya, saat Timnas Indonesia sekarang tengah melejit, karier Andri Syahputra justru berjalan di tempat.
Andri dinilai gagal menunjukkan perkembangan signifikan meski telah hampir delapan tahun berkiprah di kompetisi domestik Qatar bersama Al-Gharafa dan sejumlah klub pinjaman.
Data statistik justru menegaskan bahwa performa Andri cenderung stagnan dan minim kontribusi.
Andri Syahputra tercatat resmi menjadi bagian skuad senior Al-Gharafa sejak 2017.
Namun hingga April 2025, pemain berusia 26 tahun tersebut baru mengoleksi 39 penampilan liga tanpa satu pun gol bersama klub utama.
Situasi tak jauh berbeda saat Andri menjalani masa peminjaman. Pada musim 2023–2024, ia dipinjamkan ke Muaither.
Baca Juga: RESMI! Selamat Tinggal Ivar Jenner
Di klub tersebut, Andri tampil dalam 18 pertandingan dan hanya mencetak satu gol. Sementara pada masa peminjaman berikutnya ke Al-Khor pada 2025, kontribusinya kembali nihil dengan tujuh penampilan tanpa gol.
Jika ditotal, Andri hanya mengoleksi satu gol dari 64 pertandingan senior di level klub sepanjang karier profesionalnya di Qatar.
Statistik mandek juga tercermin di level internasional.
Andri memang sempat memperkuat tim nasional kelompok umur Qatar, mulai dari U-19, U-20 hingga U-23. Namun kontribusinya sangat terbatas.
Bersama Qatar U-19, ia mencatat lima caps dengan satu gol, yang sekaligus menjadi satu-satunya gol internasionalnya. Di level U-20 dan U-23, Andri tampil 14 kali tanpa mencetak gol.
Dari sisi menit bermain, Andri juga kesulitan mengamankan posisi reguler. Baik di Al-Gharafa maupun klub-klub pinjaman, ia kerap menjadi pelapis dan jarang tampil penuh selama 90 menit.
Dengan usia yang kini memasuki 26 tahun, fase krusial dalam karier pesepak bola, Andri Syahputra berada di persimpangan jalan, pensiun dini atau tetap bermain tanpa prestasi.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis