- Banyak pemain keturunan kini bergabung dengan klub Super League Indonesia untuk musim 2025/2026, termasuk Mauro Zijlstra di Persija Jakarta.
- Pengamat menilai kepindahan para pemain dari Eropa ke Liga Indonesia merupakan kemunduran karier mereka secara kualitas kompetisi.
- Gaji yang lebih menggiurkan dan kesempatan bermain reguler menjadi faktor utama pemain memilih bergabung klub-klub Indonesia.
Suara.com - Maraknya sejumlah pemain keturunan yang hijrah ke Super League alias kompetisi kasta tertinggi di Indonesia jadi sorotan.
Gaji yang menggiurkan sepertinya membuat mereka tidak terlalu memperdulikan kemunduran karier.
Sejumlah pemain keturunan berlabel Timnas Indonesia kini sudah sah menjadi bagian dari Super League 2025/2026. Terbaru, Mauro Zijlstra telah diresmikan Persija Jakarta di bursa transfer paruh musim.
Sebelum itu, Macan Kemayoran juga merekrut Shayne Pattynama pemain naturalisasi andalan Timnas Indonesia. Tim kesayangan Jakmania itu juga punya Jordi Amat yang sudah didatangkan sejak awal musim.
Bukan cuma Persija saja yang borong pemain keturunan. Persib Bandung juga punya tiga pemain naturalisasi yakni Thom Haye dan Eliano Reijnders yang hadir di awal musim, kemudian Dion Markx datang baru-baru ini.
Dewa United juga punya pemain keturunan yakni Rafael Struick. Kabarnya, tim asuhan Jan Olde Riekerink ini juga akan datangkan Ivar Jenner.
Satu pemain keturunan yang juga bergabung dengan tim Super League di awal musim ini adalah Jens Raven. Bomber masa depan Timnas Indonesia itu memilih berbaju Bali United.
Pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit Budi Handoyo mengakui hadirnya pemain-pemain keturunan di Super League sebagai kemunduran karier.
"Kalau mau dikatakan apakah ini jadi kemunduran karier buat mereka, kalau menurut saya, ya suka tidak suka, itu kemunduran buat mereka," kata Kesit kepada Suara.com, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Sebelum hijrah ke Tanah Air, sebagian besar dari mereka merumput di Eropa. Hanya Shayne Pattynama saja yang berkompetisi di Thailand bersama Buriram United.
Namun, secara kualitas, kompetisi di Thailand masih lebih baik dari Indonesia. Apalagi Eropa, sangat jauh levelnya dari Indonesia.
"Karena level dari kompetisi di mana para pemain diaspora ini saat ini bermain itu kan beda levelnya dengan kompetisi di Indonesia," tegasnya.
"Kita di ASEAN saja masih kalah sama Thailand, iya kan? Kita masih kalah sama Vietnam. Jadi kalau di Eropa kan kita tahu kualitas kompetisinya memang sudah bagus."
"Kalau kemudian para pemain diaspora Indonesia hijrah bermain di klub-klub Liga Indonesia, ya lagi-lagi menurut saya itu sebuah kemunduran," ia menambahkan.
Menurut Kesit ada sejumlah pertimbangan yang membuat Shayne Pattynama dan kawan-kawan memilih ke Tanah Air. Salah satunya adalah sulitnya mendapat menit bermain di klub sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo