- CFA melarang seumur hidup 73 individu, termasuk mantan petinggi dan pelatih, karena praktik korupsi seperti suap dan pengaturan skor.
- Sebanyak 13 klub profesional juga dijatuhi sanksi pengurangan poin dan denda signifikan oleh CFA terkait pelanggaran etika olahraga.
- Sanksi tegas ini sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi nasional Tiongkok yang digalakkan pemerintah pusat sejak tahun 2012.
Suara.com - Persatuan Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan sanksi tegas pada pekan lalu dengan melarang 73 individu terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola seumur hidup, serta memberikan hukuman kepada 13 klub profesional.
Langkah ini mencakup mantan petinggi CFA hingga eks pelatih timnas China, sebagai bagian dari upaya besar-besaran untuk membersihkan praktik korupsi di sepak bola negeri Tirai Bambu.
Media pemerintah China melaporkan bahwa hukuman tersebut dijatuhkan atas pelanggaran berat terhadap prinsip dan etika sportivitas. Pelanggaran yang dimaksud meliputi praktik suap, pengaturan hasil pertandingan, hingga keterlibatan dalam judi sepak bola.
Sejumlah tokoh penting yang terkena larangan permanen antara lain Chen Xuyuan, mantan ketua CFA, serta Li Yuyi dan Du Chaochai yang pernah menjabat sebagai wakil ketua. Nama lain yang turut disanksi adalah Liu Yi, mantan sekretaris jenderal CFA.
Selain itu, Li Tie, yang pernah menjabat sebagai pelatih Timnas China pada periode Januari 2020 hingga Desember 2021, juga menerima larangan seumur hidup dari dunia sepak bola. Ia sebelumnya telah divonis hukuman penjara selama 20 tahun pada akhir 2024 setelah terbukti menerima suap senilai 16 juta dolar AS atau sekitar Rp268 miliar.
Secara keseluruhan, ke-73 individu tersebut dinyatakan bersalah karena menerima dan memberi suap, terlibat perjudian, serta memanipulasi hasil pertandingan yang bertentangan dengan prinsip fair play.
Untuk kalangan pemain, sanksi diberikan atas perilaku tidak profesional di lapangan, termasuk tidak bermain secara serius dan melanggar etika olahraga. Beberapa nama yang disebut antara lain Bai Yuefeng (eks Tianjin TEDA), Li Fei (eks Shenzhen FC), serta Hao Qiang (eks Zhejiang Yiteng).
Sementara itu, CFA juga menjatuhkan hukuman berupa pengurangan poin antara tiga hingga sepuluh poin, serta denda berkisar 200 ribu hingga satu juta RMB atau sekitar Rp483 juta hingga Rp2,41 miliar kepada 13 klub liga profesional musim 2026.
Klub-klub tersebut meliputi Tianjin Jinmen Tigers, Shanghai Shenhua, Qingdao Manatee, Wuhan Three Towns, Shandong Taishan, Henan FC, Zhejiang Professional, Shanghai Harbor, Beijing Guoan, Meizhou Hakka, Changchun Yatai, Suzhou Soochow, dan Ningbo Professional.
Baca Juga: Jamu China, Timnas Indonesia U-17 Diperkuat 28 Pemain Lokal hingga Diaspora
Melalui pernyataan resmi di akun Weibo, CFA menegaskan komitmen untuk menjalankan kebijakan nol toleransi terhadap pelanggaran, serta mengimbau seluruh pemain dan klub lain agar menjadikan kasus ini sebagai peringatan serius.
Langkah CFA ini selaras dengan kampanye pemberantasan korupsi yang dicanangkan Presiden Xi Jinping sejak 2012 dan menyasar berbagai sektor.
Komisi Pusat Inspeksi Disiplin bersama Komisi Pengawasan Nasional China melaporkan bahwa sepanjang 2025, sebanyak 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi serta 983 ribu orang telah dijatuhi hukuman dalam kasus-kasus korupsi.
(Antara)
Berita Terkait
-
Jamu China, Timnas Indonesia U-17 Diperkuat 28 Pemain Lokal hingga Diaspora
-
Terjangkau, Inilah Harga Tiket Nonton Uji Coba Timnas Indonesia U-17
-
5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Drama China Unforgettable Love: Keluarga Lahir dari Kasih Sayang
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Calon Dirtek Timnas Indonesia: Cristiano Ronaldo Cuma Bawa Masalah
-
Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!