- Dean James bermain selama 45 menit babak pertama saat Go Ahead Eagles kalah 1-2 dari Telstar di perempat final Piala Belanda.
- Statistik Dean James mencatatkan akurasi umpan 83 persen, dua intersep, dan memenangkan 100 persen duel darat maupun udara.
- Kekalahan ini membuat Go Ahead Eagles gagal mempertahankan gelar juara KNVB Beker yang mereka raih pada musim 2024/2025 lalu.
Suara.com - Bek sayap andalan Timnas Indonesia, Dean James, harus menelan pil pahit setelah timnya, Go Ahead Eagles, tersingkir secara mengejutkan dari ajang Piala Belanda (KNVB Beker).
Langkah sang juara bertahan terhenti di babak perempat final usai takluk 1-2 dari tuan rumah Telstar di Stadion BUKO, Velsen-Zuid, pada Kamis waktu setempat.
Dalam laga tersebut, Dean James dipercaya tampil sebagai starter untuk mengawal sisi kiri pertahanan Go Ahead Eagles sejak menit pertama.
Namun, pelatih memutuskan untuk menariknya keluar saat jeda turun minum dan menggantikannya dengan Aske Adelgaard untuk babak kedua.
Selama 45 menit berada di lapangan, Dean James mencatatkan statistik yang cukup aktif baik dalam membantu serangan maupun bertahan.
Berdasarkan data FotMob, pemain berdarah Indonesia ini mencatatkan akurasi operan yang solid sebesar 83 persen, hasil dari 20 operan sukses dari 24 percobaan.
Ia juga rajin membantu distribusi bola ke depan dengan melepaskan empat umpan kunci ke sepertiga akhir lapangan lawan (final third).
Dari sisi ofensif, Dean James sempat melepaskan dua tembakan spekulasi, meskipun belum ada yang mengarah tepat ke gawang (shots on target).
Ia juga tercatat menciptakan satu peluang (chance created) dan menyentuh bola sebanyak 41 kali sepanjang babak pertama.
Baca Juga: 5 Pemain Keturunan Siap Bela Timnas Indonesia, Tinggal Naturalisasi
Sementara dari aspek pertahanan, Dean tampil disiplin dengan melakukan dua intersep penting untuk memotong alur serangan lawan.
Statistik duelnya pun sempurna, di mana ia memenangkan 100 persen duel yang dihadapinya, yakni satu duel darat dan satu duel udara.
Sayangnya, kontribusi tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Go Ahead Eagles dari kekalahan menyakitkan atas tim kasta kedua tersebut.
Telstar mencetak gol kemenangan melalui Soufiane Hetli pada menit ke-45 dan penalti Jeff Hardeveld pada menit ke-59.
Go Ahead Eagles hanya mampu membalas satu gol lewat Alfons Sampsted di menit ke-52, yang membuat mereka gagal mempertahankan gelar juara musim 2024/2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1
-
Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958