- Pemain keturunan Indonesia, Luke Xavier Keet, berstatus tanpa klub sejak 1 Januari 2026 setelah meninggalkan GS Ilioupolis.
- Pemain kelahiran Jakarta 2003 ini sebelumnya pernah berkarier di Spanyol, Inggris, dan Yunani sebelum menjadi agen bebas.
- Keet berposisi sebagai *left winger* dan pernah dipanggil Timnas Indonesia U-23 pada November 2025 namun kemudian dicoret.
Suara.com - Masih ingat dengan nama Luke Xavier Keet? Pemain keturunan Indonesia ini tengah alami kondisi kurang mengenakkan di musim ini.
Pemain berdarah Indonesia yang lahir di Jakarta, 28 Juli 2003, itu kini resmi berstatus tanpa klub sejak 1 Januari 2026, setelah terakhir membela klub Yunani GS Ilioupolis.
Keet dikenal sebagai salah satu pemain diaspora Indonesia yang menempuh jalur karier profesional di Eropa sejak usia dini.
Namun, musim ini menjadi tantangan besar dalam perjalanannya, karena untuk pertama kalinya ia harus mencari klub baru tanpa ikatan kontrak.
Berdasarkan data terbaru, Luke Xavier Keet berpisah dengan GS Ilioupolis dan kini berstatus free agent. Sepanjang musim sebelumnya, ia belum mencatatkan satu pun penampilan resmi bersama klub tersebut.
Sebelum tanpa klub, perjalanan karier Keet terbilang tidak mulus. Setelah menimba ilmu di akademi UE CornellĂ dan UD Viladecans di Spanyol, ia sempat bermain di Inggris bersama Walthamstow FC pada 2021.
Namanya kemudian tercatat di kompetisi Yunani bersama PAE GS Diagoras, di mana ia tampil tiga kali di liga.
Namun, pada periode berikutnya, menit bermain menjadi masalah utama. Bersama Niki Volos FC, OFC Spartak Pleven (Bulgaria), hingga GS Ilioupolis, Keet tak mampu menembus tim utama.
Minimnya kesempatan bermain inilah yang menjadi salah satu faktor ia kini tanpa klub.
Baca Juga: Saingi Kevin Diks, Pemain Kelahiran Denpasar Ini Sudah Cetak 2 Gol di Liga Jerman
Luke Xavier Keet berposisi utama sebagai left winger, namun juga bisa dimainkan sebagai gelandang maupun bek kiri.
Dengan tinggi badan 1,81 meter, kaki dominan kanan, serta kecepatan dan teknik individu yang baik, Keet dikenal sebagai pemain sayap modern yang mampu menusuk pertahanan lawan dari sisi lapangan.
Keet sempat dianggap sebagai pemain dengan teknik mumpuni dan kecepatan di atas rata-rata, meski ia masih membutuhkan jam terbang dan stabilitas performa.
Pada November 2025, Keet sempat dipanggil ikuti TC Timnas Indonesia U-23 untuk persiapan SEA Games 2025.
Sayanganya ia kemudian dicoret Indra Sjafri yang saat itu melatih Timnas Indonesia U-23.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional