-
Mauro Zijlstra resmi memperkuat Persija Jakarta setelah dirayu secara personal oleh Shayne Pattynama.
-
Kontrak kerja sama antara Mauro dan Persija akan berlangsung selama dua setengah musim kedepan.
-
Persija berkomitmen memberikan jalan bagi Mauro jika ingin melanjutkan karier sepak bola ke Eropa.
"Shayne mengirim pesan kepada saya, 'Kamu datang? Kamu datang?' Saya bilang, 'Mungkin, mungkin saya datang.' Jadi Shayne adalah orang pertama yang menghubungi saya," tambahnya.
Dialog singkat melalui pesan singkat tersebut ternyata memiliki makna mendalam bagi perjalanan karier profesional seorang Mauro Zijlstra.
Shayne terus memantau perkembangan proses negosiasi hingga Mauro benar-benar memberikan jawaban positif kepada manajemen klub Persija.
Peran aktif Shayne tidak berhenti pada sekadar menyapa, melainkan juga memberikan gambaran positif mengenai atmosfer sepak bola di Jakarta.
Dukungan dari rekan sesama pemain naturalisasi ini memberikan kenyamanan psikologis bagi Mauro untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Ya, seperti yang saya bilang, Shayne yang menghubungi saya dan dia senang saya juga bergabung dengan klub ini. Jadi hanya Shayne," pungkasnya.
Kepuasan Shayne melihat koleganya bergabung menunjukkan adanya solidaritas yang kuat di dalam internal tim Macan Kemayoran saat ini.
Mauro merasa sangat beruntung memiliki mentor sekaligus teman yang sudah lebih dulu memahami dinamika kompetisi di tanah air.
Kini, fokus utama Mauro adalah segera mengintegrasikan kemampuannya dengan strategi yang diterapkan oleh jajaran tim pelatih.
Baca Juga: Persija Harus Buang Satu Pemain Asing Jika Rekan Lionel Messi Bergabung
Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam skema penyerangan Persija guna bersaing di papan atas klasemen.
Persija Jakarta sendiri menunjukkan sikap yang sangat bijaksana terkait pengembangan karier jangka panjang bagi pemain mudanya.
Pihak manajemen secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap cita-cita Mauro untuk kembali mencicipi kompetisi di Benua Eropa.
Kontrak berdurasi dua setengah musim yang diberikan tidak akan menjadi penghalang jika ada tawaran dari klub besar luar negeri.
Visi klub adalah menjadi batu loncatan yang kokoh bagi para pemain potensial untuk meraih mimpi tertinggi di dunia sepak bola.
Komitmen ini membuktikan bahwa Persija bukan hanya sekadar mengejar prestasi domestik, melainkan juga peduli terhadap masa depan individu pemain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
Nasib Apes Calon Pemain Timnas Indonesia: Diincar Klub LaLiga, Malah Cedera
-
Infantino Sebut Maroko Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi Cs Bukan Lagi Kuda Hitam
-
Aroma Inter Miami di Persija Jakarta: Jean Mota Datang, Ryo Matsumura Terancam Didepak
-
Prediksi Juara Piala Asia Futsal 2026 Menurut Pelatih Jepang: Timnas Futsal Indonesia atau Iran?
-
Hansamu Yama Beri Pembuktian di Arema FC Setelah Sulit Menembus Skuad Utama Persija Jakarta
-
Respons Pelatih Timnas Futsal Jepang usai Kalah dari 'Monster' yang Ia Ciptakan Sendiri
-
Rapor Dean James Lawan Telstar: Akurasi Operan Tinggi, Tapi Go Ahead Eagles Tumbang
-
Gelandang Persib Beckham Putra Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Dini
-
Pesta Gol Atletico Madrid di La Cartuja, Pasukan Diego Simeone Hancurkan Real Betis 5-0
-
Atalanta Hancurkan Juventus 3-0, Gianluca Scamacca Jadi Mimpi Buruk Si Nyonya Tua di Bergamo