- Persib mendaftarkan I Made Mirawan sebagai kiper keempat untuk putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
- Keputusan ini diambil karena Adam Przybek difokuskan untuk ACL 2 sehingga kuota kiper kurang.
- Pelatih Bojan Hodak menilai I Made masih berkualitas meskipun ia sebelumnya telah pensiun dan menjadi asisten pelatih.
Suara.com - Persib Bandung mendaftarkan I Made Wirawan sebagai pemain, pada bursa transfer paruh musim untuk mengarungi putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Sebelumnya, I Made Mirawan sudah menyatakan pensiun sebagai pemain setelah menyelesaikan kompetisi Liga 1 musim 2022/2023.
Setelah pensiun sebagai penjaga gawang, I Made melanjutkan kariernya sebagai pelatih dan mendapat kepercayaan menjadi asisten pelatih kiper Persib.
Namun, pada bursa transfer paruh musim 2025/2026, Persib kembali memasukkan nama I Made sebagai pemain untuk mengisi posisi penjaga gawang.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, membeberkan alasan memasukkan I Made dalam daftar pemain untuk mengarungi putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Menurut Bojan Hodak, Persib hanya memiliki tiga kiper setelah Adam Przybek tidak didaftarkan untuk putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dan difokuskan untuk AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.
Sehingga untuk antisipasi, maka Persib kembali mendaftarkan I Made sebagai penjaga gawang untuk persiapan mengarungi putaran kedua.
"Iya karena kami memiliki tiga penjaga gawang dan harus memiliki empat," ucap Bojan Hodak.
Lebih lanjut Bojan Hodak menuturkan, tidak mudah untuk mendapatkan penjaga gawang berkualitas di tengah kompetisi.
Baca Juga: Bojan Hodak Beri Jawaban Soal Status Febri Hariyadi di Persib Bandung
"Jadi karena ini adalah momen akhir untuk mendaftarkan penjaga gawang dan tidak mudah menemukan kiper yang bagus di pasaran, jadi kami mendaftarkan Made," ungkapnya.
Meski usia I Made sudah tidak muda lagi, namun Bojan Hodak menilai secara kualitas pemain yang menggunakan nomor punggung 78 ini masih bagus.
Sehingga, Persib mendaftarkan I Made sebagai penjaga gawang keempat, karena di posisi utama ada Teja Paku Alam, kemudian Fitrah Maulana dan Rhaka.
"Dia akan menjadi kiper keempat kami. Dia masih cukup bagus," ujar Bojan Hodak.
Meski demikian, Bojan Hodak berharap pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 Teja Paku Alam dan dua kiper lainnya tetap bugar serta menjaga performanya.
Sehingga, Bojan Hodak tidak perlu menurunkan kiper yang membawa Persib juara ISL 2014 ini di putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Hadapi Ratchaburi FC di Thailand, Persib akan Bawa Sergio Castel
-
Hasil Lengkap dan Update Klasemen Liga Inggris: Arsenal Kokoh, MU Terus Mengintai
-
Cyrus Margono Gabung ke Persija Jakarta, Emang Bisa Geser Carlos Eduardo?
-
Manchester United Cetak 4 Kemenangan Beruntun, Casemiro Diminta Tetap di Old Trafford
-
Statistik Solid Kevin Diks: Bawa Monchengladbach Tahan Bayer Leverkusen
-
Timnas Futsal Indonesia Juara di Hati Masyarakat, Hector Souto: Mental Mereka Luar Biasa!
-
Indonesia Belum Beruntung Juara Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto: Seluruh Dunia Dukung Kita
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Profil Liu Jianqiao Wasit Cina di Final Piala Asia Futsal 2026 Banyak Kontroversi