Bola / Bola Indonesia
Minggu, 08 Februari 2026 | 17:35 WIB
Timnas Futsal Indonesia [Instagram @timnasfutsal]
Baca 10 detik
  • Pelatih Iran, Wahid Shamsaee, mengakui peta kekuatan futsal Asia telah berubah total pasca final Piala Asia 2026.
  • Iran menjuarai Piala Asia Futsal 2026 setelah mengalahkan Indonesia lewat adu penalti di Indonesia Arena.
  • Shamsaee menyoroti peningkatan pesat Indonesia, Thailand, dan Uzbekistan sebagai pesaing serius futsal Asia saat ini.

Suara.com - Pelatih Timnas Futsal Iran, Wahid Shamsaee mengakui bahwa peta kekuatan futsal di level Asia sudah berubah total.

Shamsaee mengatakan bahwa level Timnas Futsal Indonesia sudah meroket dan patut diwaspadai.

Hal ini disampaikan oleh Wahid Shamsaee usai membawa Iran meraih gelar juara Piala Asia Futsal 2026 setelah mengalahkan Timnas Indonesia dengan susah payah di Indonesia Arena, Sabtu (7/2).

Iran sebagai raja futsal Asia mendapat perlawanan luar biasa dari Timnas Futsal Indonesia. Bahkan Iran sempat tertinggal 3-1. Iran harus menyelesaikan laga lewat babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 5-5.

Dalam wawancara dengan Tasnim yang dikutip Footballi, Shamsaee menegaskan bahwa gelar juara tersebut diraih di tengah situasi krisis dan tekanan luar biasa, terutama dari media sosial.

Shamsaee menilai tekanan yang dialami Timnas Futsal Iran sepanjang turnamen sangatlah besar dan tidak mudah dihadapi oleh tim mana pun.

“Tekanan yang kami hadapi sangat berat dan menghancurkan. Namun yang paling membahagiakan, trofi Asia tidak ke mana-mana. Jika tim selain Iran berada dalam kondisi seperti ini, mereka bahkan tidak akan lolos dari fase grup,” ujar Shamsaee.

Shamsaee juga menyoroti pesatnya perkembangan futsal Asia. Menurutnya, peta kekuatan kini tidak lagi didominasi satu atau dua negara.

“Dulu Jepang menjadi pesaing utama kami. Sekarang Thailand, Uzbekistan, hingga Indonesia sudah masuk dalam persaingan serius,” katanya.

Baca Juga: Statistik Solid Kevin Diks: Bawa Monchengladbach Tahan Bayer Leverkusen

Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai contoh tim yang memanfaatkan kekuatan publik untuk meningkatkan performa secara signifikan di turnamen besar.

Terkait ketidakhadirannya di podium saat seremoni juara, Shamsaee menjelaskan bahwa hanya jumlah terbatas staf pelatih yang diperbolehkan berada di atas podium.

“Jumlah medali juara yang saya miliki bisa dihitung. Ini semua karena rahmat Tuhan. Yang lain juga berhak bergembira saat sukses,” tegasnya.

Menatap ke depan, Shamsaee memberi peringatan serius soal masa depan futsal Iran.

“Negara-negara Asia bergerak dengan kecepatan Mercedes-Benz. Jika kami melangkah lambat, kami akan mengalami kerusakan yang tak terpulihkan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pemusatan latihan, laga uji coba berat, dan regenerasi pemain jelang kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar dua tahun mendatang.

Load More