Bola / Bola Indonesia
Senin, 09 Februari 2026 | 16:50 WIB
Timnas Futsal Indonesia (Timnas Futsal Indonesia)
Baca 10 detik
  • Timnas Futsal Indonesia meraih posisi runner-up Piala Asia 2026 di bawah asuhan pelatih.

  • PSSI didenda total 14.000 dolar AS oleh AFC akibat berbagai pelanggaran keamanan stadion.

  • Pelanggaran mencakup penonton masuk lapangan saat laga final dan pertandingan Iran melawan Afghanistan.

Suara.com - Keberhasilan luar biasa Timnas Futsal Indonesia menembus babak final Piala Asia Futsal 2026 menyisakan catatan kelam.

Turnamen yang digelar di tanah air sejak 27 Januari hingga 7 Februari tersebut berakhir dengan sanksi disiplin.

Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC secara resmi menjatuhkan hukuman finansial yang cukup besar kepada PSSI.

Langkah tegas ini diambil AFC setelah ditemukan sejumlah pelanggaran prosedur keamanan selama penyelenggaraan kejuaraan berlangsung di Jakarta.

Skuad Garuda sendiri mengakhiri kompetisi sebagai juara kedua setelah harus mengakui keunggulan tim kuat Iran.

PSSI dianggap lalai dalam menjalankan protokol keselamatan yang tertuang dalam regulasi resmi kompetisi tingkat Asia tersebut.

Otoritas tertinggi sepak bola Asia tersebut menyatakan bahwa Indonesia melanggar Pasal 21 terkait Regulasi Kompetisi Piala Asia Futsal.

Selain itu, terdapat poin pelanggaran pada Pasal 64 serta Pasal 65 yang tercantum dalam Kode Disiplin dan Etik AFC.

Laporan resmi menunjukkan adanya individu tanpa identitas resmi yang nekat masuk ke area terbatas di lingkungan stadion.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Kekalahan Penalti Indonesia atas Iran di Final Piala Asia Futsal 2026

Seseorang yang memiliki kaitan dengan pihak penyelenggara kedapatan berada di area sensitif lapangan tanpa membawa kartu akreditasi fisik.

Kejadian ini menjadi perhatian serius tim pengawas pertandingan yang bertugas memantau kelancaran agenda besar berskala internasional tersebut.

AFC memberikan penjelasan mendalam mengenai kronologi insiden yang melibatkan individu terafiliasi tersebut dalam rilis resminya kepada publik.

"Satu (1) orang individu yang berafiliasi dengan Tergugat memasuki area di sekitar Lapangan Pertandingan dan/atau Area Akses Terbatas pada akhir pertandingan tanpa secara fisik membawa perangkat akreditasi yang diwajibkan," tulis AFC dalam keputusannya pada 1 Februari 2026.

Kekacauan tidak berhenti di situ karena muncul laporan mengenai aksi suporter yang menerobos masuk ke dalam arena pertandingan.

Tindakan penonton tersebut dianggap sangat membahayakan keselamatan para pemain serta ofisial tim yang baru saja menyelesaikan laga.

Load More