- Arya Sinulingga menegaskan kepindahan 9 pemain naturalisasi ke BRI Super League murni karena mekanisme pasar profesional dan finansial klub, bukan intervensi PSSI.
- PSSI membantah keras isu konspirasi yang menyebut perpindahan Jordi Amat cs berkaitan dengan kemudahan pemanggilan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.
- Sederet pemain bintang seperti Thom Haye, Ivar Jenner, hingga Shayne Pattynama kini tersebar di Persib, Persija, Dewa United, dan Bali United tanpa subsidi dana federasi.
Suara.com - Fenomena banyaknya pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini merumput di BRI Super League 2025/2026 akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak federasi.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, secara tegas membongkar alasan utama di balik keputusan para bintang keturunan tersebut melanjutkan karier di klub lokal.
Penjelasan ini sekaligus menepis berbagai teori konspirasi yang mengaitkan kepindahan mereka dengan strategi PSSI jelang gelaran Piala AFF 2026 mendatang.
Isu yang beredar luas di media sosial menyebutkan bahwa migrasi pemain ini bertujuan agar mereka lebih mudah dipantau untuk masuk skuad Garuda.
Namun, Arya Sinulingga memastikan bahwa anggapan tersebut sama sekali tidak memiliki landasan yang kuat dan hanyalah spekulasi liar semata.
Ia menegaskan bahwa keputusan para pemain untuk bergabung dengan klub Indonesia murni didasari oleh urusan profesional dan bisnis antara pemain dengan klub.
"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi, jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan," ujar Arya Sinulingga kepada awak media di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Musim ini, tercatat ada sembilan pemain berlabel naturalisasi yang tersebar di berbagai klub raksasa kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.
Persija Jakarta menjadi salah satu destinasi favorit dengan mengamankan jasa Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra.
Baca Juga: Hitung-hitungan Ranking FIFA: Timnas Indonesia Bisa Salip Malaysia dan 3 Tim Lain usai FIFA Series
Rival abadi mereka, Persib Bandung, tak mau kalah dengan mendaratkan Thom Haye, Eliano Reijnders, serta bek muda Dion Markx.
Sementara itu, Dewa United sukses merekrut Ivar Jenner dan Rafael Struick, sedangkan Bali United memperkuat lini serang mereka dengan Jens Raven.
Arya kembali menekankan bahwa federasi tidak memiliki andil atau intervensi apa pun dalam proses transfer maupun negosiasi kontrak para pemain tersebut.
Menurutnya, perpindahan pemain sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, kemampuan finansial klub, serta kesepakatan nilai gaji yang ditawarkan.
PSSI juga membantah keras tuduhan bahwa mereka ikut membiayai atau melakukan chip-in dana untuk mendatangkan pemain-pemain Eropa tersebut.
"PSSI tidak ada ikutan chip-in, dari mana uang PSSI untuk chip-in pemain, dan itu di dunia tidak terjadi seperti itu," tegas Arya dengan nada serius.
Faktor ekonomi dan proyek olahraga yang ditawarkan klub menjadi daya tarik utama bagi para pemain untuk meniti karier di Indonesia.
Arya meminta para pengamat sepak bola untuk menggunakan logika yang cerdas dan tidak menyebarkan narasi yang membingungkan publik terkait transfer ini.
"Jadi itu mekanisme pasar saja dan mereka, kita kan tidak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar