Bola / Bola Indonesia
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:01 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto (Como)
Baca 10 detik
  • Kurniawan Dwi Yulianto resmi mengemban tugas sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 terbaru.

  • Dwi Prio Utomo ditunjuk menjadi asisten pelatih untuk mendampingi kinerja Kurniawan di lapangan.

  • Penunjukan ini menggantikan posisi Nova Arianto yang sebelumnya bertugas mendampingi tim secara sementara.

Suara.com - Tongkat estafet kepemimpinan di kursi kepelatihan Timnas Indonesia U-17 kini telah resmi berpindah tangan.

Legenda sepak bola tanah air, Kurniawan Dwi Yulianto, dipastikan akan menjadi sosok yang menahkodai skuad Garuda Muda ke depan.

Keputusan besar ini mencuat ke publik tepat setelah laga persahabatan antara Indonesia melawan China berakhir di Tangerang.

Kabar mengenai perubahan struktur teknis ini dikonfirmasi secara langsung oleh pihak berwenang dari Badan Tim Nasional.

Manajemen tim merasa perlu melakukan pembaruan strategis demi keberlangsungan prestasi para pemain muda di kancah internasional.

1. Peran Baru Kurniawan Dwi Yulianto

Kehadiran Kurniawan di pinggir lapangan diharapkan mampu memberikan warna baru bagi permainan talenta muda Indonesia.

Pengalamannya yang luas baik sebagai pemain maupun pelatih menjadi modal utama dalam mengemban amanah berat ini.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan pernyataan resmi mengenai suksesi pelatih yang menjadi sorotan publik tersebut.

Baca Juga: Hasil Uji Coba: Timnas Indonesia U-17 Kembali Ditekuk China

Sumardji mengungkapkan bahwa proses transisi ini sudah direncanakan untuk memperkuat fondasi tim nasional di kelompok umur.

“Iya. Jadi Kurniawan itu dibantu sama Coach Dwi Prio, itu akan membawa Timnas U-17, ya. Makanya untuk uji coba ini, ini kan juga hanya mendampingi,” ucap Sumardji.

2. Kombinasi Tim Pelatih Anyar

Kurniawan dipastikan tidak akan bekerja sendirian dalam meramu strategi terbaik bagi para penggawa muda Merah Putih.

Ia akan mendapatkan dukungan teknis dari Dwi Prio Utomo yang ditunjuk secara resmi sebagai asisten pelatih.

Kolaborasi kedua pelatih ini diyakini akan mempercepat adaptasi pemain terhadap pola permainan yang diinginkan manajemen.

Sebelumnya, kursi pelatih utama diduduki oleh Nova Arianto yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan tim.

Namun, Sumardji menjelaskan bahwa peran Nova dalam laga terakhir tersebut memang hanya bersifat sebagai pendamping transisi.

3. Fokus Pembangunan Skuad Muda

Pernyataan dari pihak BTN menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan program jangka panjang federasi.

Pemerintah dan federasi sepakat bahwa bimbingan dari sosok berpengalaman sangat krusial bagi pemain di bawah usia 17 tahun.

“Coach Nova pun sebenarnya juga sifatnya hanya sementara, hanya untuk pertandingan ini. Nah, berikutnya nanti akan dipegang langsung oleh Coach Kurniawan,” sambungnya.

Kurniawan Dwi Yulianto kini memegang penuh kendali untuk mempersiapkan tim menghadapi berbagai agenda kompetisi mendatang.

Tantangan besar sudah menanti di depan mata untuk meningkatkan performa fisik dan mental para pemain muda.

4. Hasil Evaluasi Pasca Uji Coba

Penunjukan ini juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dalam beberapa laga uji coba terakhir.

Kekalahan tipis saat menghadapi kekuatan China di Stadion Indomilk Arena menjadi salah satu bahan pertimbangan teknis.

Meskipun skor akhir menunjukkan kekalahan, potensi besar yang dimiliki para pemain tetap menjadi catatan positif manajemen.

Dwi Prio Utomo yang sudah mengenal karakter pemain diharapkan bisa membantu Kurniawan dalam melakukan pemetaan kualitas.

Strategi yang matang kini sedang disusun agar Garuda Muda bisa terbang lebih tinggi dalam turnamen resmi nanti.

Load More