-
Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam memperkuat hubungan sepak bola Indonesia dan Belanda.
-
Kennynho Kasanwirjo memiliki darah Jawa-Suriname dan kini menjadi andalan di skuad Jong Ajax.
-
Damian van der Vaart mewarisi darah Indonesia dari ibunya dan kini membela Ajax junior.
Bakat besarnya bahkan sudah terendus oleh federasi sepak bola Belanda, KNVB, yang kemudian memanggilnya ke tim nasional.
Ia secara resmi pernah memperkuat Timnas Belanda U-15 setelah mendapat panggilan dari pelatih Maurice Hagebeuk pada Maret 2023.
Sosok Damian van der Vaart di Lini Tengah
Selanjutnya ada nama Damian van der Vaart yang berposisi sebagai gelandang tengah di skuad muda Ajax Amsterdam.
Damian bukan orang sembarangan karena ia merupakan putra dari mantan bintang Real Madrid dan timnas Belanda, Rafael van der Vaart.
Kehadirannya di lini tengah Jong Ajax memberikan stabilitas permainan yang luar biasa bagi tim junior raksasa Belanda tersebut.
Sejauh ini, pemuda berbakat ini telah mencatatkan total 15 penampilan kompetitif yang menunjukkan kematangan bermainnya di lapangan.
Ia lahir di Belanda pada tanggal 28 Mei 2006 dan kini digadang-gadang sebagai calon bintang besar masa depan.
Akar Keturunan Indonesia dari Sang Ibu
Baca Juga: Maarten Paes Penuhi Syarat Bela Ajax, Derbi Indonesia Bisa Tercipta
Darah Indonesia yang mengalir di tubuh Damian berasal dari ibunya yang merupakan figur publik ternama bernama Sylvie Meis.
Setelah ditelusuri lebih dalam, Sylvie Meis ternyata memiliki ayah yang berstatus sebagai seorang keturunan Belanda-Indonesia.
Hubungan antara Sylvie Meis dan Rafael van der Vaart dimulai saat mereka melangsungkan pernikahan pada 10 Juni 2005.
Satu tahun setelah pernikahan tersebut, tepatnya di tahun 2006, lahirah putra mereka yang diberi nama Damian Rafael van der Vaart.
Sylvie Meis sendiri dikenal luas sebagai seorang model profesional dan selebriti papan atas yang sangat populer di Jerman.
Potensi Naturalisasi dan Masa Depan Timnas Garuda
Kehadiran Kennynho dan Damian di Ajax tentu memberikan harapan baru bagi pengembangan skuad Timnas Indonesia di kancah internasional.
Kedua pemain ini memiliki profil yang sangat ideal untuk mengikuti program naturalisasi jika mereka berminat membela tanah leluhur.
Keberhasilan Maarten Paes menembus skuad utama Ajax bisa menjadi jembatan komunikasi bagi PSSI untuk memantau bakat-bakat ini.
Pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa akan menjadi modal berharga bagi mereka jika kelak memutuskan untuk membela Garuda.
Kini publik sepak bola nasional hanya perlu menunggu apakah keduanya akan menyusul jejak para pemain keturunan lainnya ke Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil