-
Media Malaysia menuduh Ketua Umum PSSI mendalangi pelaporan pemain naturalisasi ilegal kepada FIFA.
-
Tuduhan menyebut Erick Thohir menggunakan pihak Vietnam untuk mengirimkan dokumen palsu milik Malaysia.
-
Erick Thohir secara tegas membantah telah mengintervensi atau mencampuri urusan sepak bola negara lain.
Suara.com - Tudingan mengejutkan baru-baru ini muncul dari negeri jiran yang mengaitkan otoritas sepak bola Indonesia dengan masalah mereka.
Media asal Malaysia yakni My News Hub secara terang-terangan menyebut Ketua Umum PSSI sebagai motor penggerak masalah tersebut.
Pihak Malaysia meyakini bahwa laporan mengenai penggunaan pemain naturalisasi dengan dokumen bodong berasal dari instruksi pihak tertentu di Jakarta.
Mereka menduga ada upaya sistematis untuk menjatuhkan kredibilitas tim nasional Malaysia melalui jalur hukum federasi internasional yakni badan FIFA.
Kabarnya dokumen-dokumen bukti pelanggaran tersebut sengaja disalurkan melalui pihak ketiga di negara tetangga lain agar tidak mencolok.
Tuduhan Konspirasi Erick Thohir dan Vietnam
Dalam klaim yang disebarkan tersebut disebutkan bahwa terdapat oknum pesanan dari Vietnam yang membawa berkas itu ke FIFA.
“Vietnam mengajukan pengaduan, tetapi dokumen-dokumen itu berasal dari orang-orang suruhan Erick Thohir,” tulis laporan media Malaysia yang menghebohkan publik.
Narasi ini menyiratkan adanya konspirasi regional untuk menjatuhkan performa tim Harimau Malaya yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan prestasi.
Baca Juga: John Herdman Sebut Harapan Besar Fans Timnas Indonesia Bisa Jadi Berkah Sekaligus Kutukan Mengerikan
Tuduhan ini muncul setelah Federasi Sepakbola Malaysia atau FAM menerima hukuman berat akibat terbukti memanipulasi identitas sejumlah pemain asing.
Pihak My News Hub berpendapat bahwa kemajuan pesat sepak bola Indonesia saat ini membuat otoritas terkait merasa terancam persaingan.
Sanksi Berat FIFA Menghantui Federasi Malaysia
Berdasarkan fakta yang ada FIFA memang telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada Malaysia berupa denda materiil yang cukup besar.
Tidak hanya denda federasi mereka juga dilarang memainkan tujuh orang pemain naturalisasi yang terindikasi menggunakan data administratif palsu.
Awalnya para pemain tersebut dilarang beraktivitas di lapangan hijau selama setahun penuh sebelum akhirnya mereka mengajukan keberatan hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jual Jersey untuk Berobat Anak, Kiper Paraguay Ingin Kalahkan Prancis Demi Pulangkan Baju Miliknya
-
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija
-
Pelatih Kroasia Semprot VAR Usai Disingkirkan Portugal di Piala Dunia 2026
-
Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman
-
Tersingkir di Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez Nyatakan Pensiun dari Timnas Aljazair?
-
Lagi-lagi, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Menterang di Timnas Portugal
-
Melempem Lawan Austria, Lamine Yamal Santai: Terpenting Timnas Spanyol Menang!
-
Pasrah dengan Gaya, Ini Ucapan Pelatih Tanjung Verde Jelang Hadapi Argentina
-
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion Pendamping Masih Diseleksi
-
Swiss Singkirkan Aljazair 2-0, Granit Xhaka dkk Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026