-
Media Malaysia menuduh Ketua Umum PSSI mendalangi pelaporan pemain naturalisasi ilegal kepada FIFA.
-
Tuduhan menyebut Erick Thohir menggunakan pihak Vietnam untuk mengirimkan dokumen palsu milik Malaysia.
-
Erick Thohir secara tegas membantah telah mengintervensi atau mencampuri urusan sepak bola negara lain.
Saat ini sanksi tersebut sedang dalam status ditangguhkan sementara karena pihak FAM tengah menempuh jalur banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga.
Tujuh pemain yang bermasalah tersebut antara lain adalah Facundo Garces hingga Hector Hevel yang karirnya sempat terhenti sejenak.
Upaya Banding FAM di Pengadilan Arbitrase
Otoritas sepak bola Malaysia berdalih bahwa kesalahan yang terjadi hanyalah masalah teknis administrasi dan bukan kesengajaan untuk menipu.
Mereka bersikeras bahwa proses naturalisasi telah mengikuti prosedur nasional meskipun FIFA menemukan adanya bukti manipulasi dokumen yang sangat fatal.
Kasus ini menjadi sorotan luas di kawasan Asia Tenggara karena melibatkan integritas pendaftaran pemain untuk ajang Kualifikasi Piala Asia.
Di sisi lain Erick Thohir sendiri secara tegas pernah memberikan pernyataan resmi mengenai posisi Indonesia dalam isu-isu negara tetangga.
Mantan Presiden Inter Milan tersebut menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki keinginan untuk mencampuri urusan internal federasi negara lain.
Baca Juga: John Herdman Sebut Harapan Besar Fans Timnas Indonesia Bisa Jadi Berkah Sekaligus Kutukan Mengerikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi