-
Jop van der Avert sukses menjalani debut penuh bersama PSIM Yogyakarta melawan Persik Kediri.
-
Pemain asal Belanda tersebut menyoroti tantangan cuaca panas sebagai hambatan utama di Indonesia.
-
PSIM kini bersiap menghadapi Bali United setelah mengantongi hasil imbang di pekan ke-21.
Suara.com - Laskar Mataram baru saja memperkenalkan kekuatan baru di lini pertahanan mereka pada kompetisi kasta tertinggi.
Jop van der Avert secara resmi mencatatkan penampilan perdana saat memperkuat PSIM Yogyakarta akhir pekan lalu.
Momen bersejarah bagi sang bek tengah tersebut terjadi dalam duel sengit menghadapi Persik Kediri.
Pertandingan pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir dengan skor sama kuat yakni 2-2.
Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada hari Jumat yang penuh tensi.
Meskipun baru pertama kali merumput, sang pemain langsung dipercaya turun sejak menit awal oleh pelatih.
Ia mengisi posisi sentral pertahanan dalam skema formasi 4-3-3 yang diterapkan oleh manajemen teknis PSIM.
Pemain asal Belanda ini menjalin kerja sama yang solid dengan rekan duetnya, Franco Ramos Mingo.
Keduanya bahu-membahu menahan gempuran serangan Macan Putih sepanjang sembilan puluh menit waktu normal berjalan.
Baca Juga: Bangkit di Gianyar! Ricky Nelson Targetkan Persija Kembali ke Jalur Kemenangan Tantang Bali United
Jop mengaku perlu waktu untuk menyatu dengan ritme permainan khas yang ada di tanah air.
“Tentu saja ini pertandingan pertama, jadi saya rasa saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia. Semuanya berjalan lancar dan saya mulai terbiasa dengan cuacanya,” kata Jop, dikutip dari laman resmi PSIM, Senin.
Meski baru turun langsung, ia ternyata sudah cukup lama memantau perkembangan liga di Nusantara ini.
Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa rekan sejawatnya yang sudah lebih dulu berkarier di klub Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa menonton dari layar kaca sangat berbeda dengan merasakan atmosfer di lapangan.
“Saya banyak menonton pertandingan karena teman-teman saya juga bermain di Indonesia, jadi saya melihat beberapa laga, tapi selalu berbeda jika Anda sendiri yang berada di lapangan,” tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi