-
Jop van der Avert sukses menjalani debut penuh bersama PSIM Yogyakarta melawan Persik Kediri.
-
Pemain asal Belanda tersebut menyoroti tantangan cuaca panas sebagai hambatan utama di Indonesia.
-
PSIM kini bersiap menghadapi Bali United setelah mengantongi hasil imbang di pekan ke-21.
Bek tangguh berusia 25 tahun ini memberikan pandangan positif mengenai level kompetisi di Indonesia saat ini.
Menurut pandangannya, kualitas sepak bola nasional terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan dan membanggakan.
Keberadaan regulasi pemain asing yang cukup banyak dianggapnya sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi proses adaptasi.
Hal ini memudahkan para pemain dari luar negeri untuk saling berinteraksi dan memahami satu sama lain.
“Saya rasa liga ini sedang berkembang, jadi menurut saya itu hal yang sangat bagus. Saya rasa di sini lebih baik karena tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” ungkap Jop.
Selain masalah teknis di lapangan hijau, aspek kehidupan sehari-hari juga menjadi perhatian utama sang pemain baru.
Ia merasa sangat terbantu dengan keramahan lingkungan di Yogyakarta yang membuatnya merasa betah dan nyaman.
“Semuanya berjalan lancar. Saya mulai terbiasa dengan cuacanya. Lingkungan menyenangkan, jadi ya, saya merasa sangat baik,” jelas Jop.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa setiap perpindahan klub selalu membawa tantangan sosial yang berbeda.
Baca Juga: Bangkit di Gianyar! Ricky Nelson Targetkan Persija Kembali ke Jalur Kemenangan Tantang Bali United
Membangun kedekatan dengan seluruh elemen tim merupakan prioritas yang sedang ia kerjakan saat ini secara intensif.
Namun, tantangan yang paling dirasakannya adalah suhu udara yang jauh lebih panas dibandingkan dengan benua Eropa.
Ia menganggap cuaca adalah rintangan terbesar bagi setiap talenta asing yang mencoba peruntungan di Liga Indonesia.
“Hal yang sulit itu selalu ketika Anda datang ke tim baru untuk mengenal semua orang. Tapi khususnya di Indonesia dengan cuacanya, saya rasa itu hal (tantangan) terbesar,” ujar Jop.
Tambahan satu poin dari laga tersebut membuat posisi PSIM kini masih tertahan di papan tengah.
Klub kebanggaan warga Yogyakarta ini duduk di peringkat ketujuh dengan total raihan 32 poin.
Kini fokus Laskar Mataram beralih sepenuhnya pada jadwal padat yang akan dihadapi pada bulan depan.
Pertandingan berikutnya dipastikan akan terasa lebih berat karena bertepatan dengan momen awal bulan Ramadhan.
Sesuai jadwal, PSIM Yogyakarta akan menjamu tim kuat Bali United di markas kebesaran mereka nantinya.
Laga penting tersebut rencananya akan diselenggarakan di Stadion Sultan Agung pada hari Senin, 23 Februari mendatang.
Kemenangan menjadi harga mati bagi anak asuh PSIM guna memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi