Bola / Bola Indonesia
Senin, 16 Februari 2026 | 17:37 WIB
Jop van der Avert (PSIM Yogyakarta)
Baca 10 detik
  • Jop van der Avert sukses menjalani debut penuh bersama PSIM Yogyakarta melawan Persik Kediri.

  • Pemain asal Belanda tersebut menyoroti tantangan cuaca panas sebagai hambatan utama di Indonesia.

  • PSIM kini bersiap menghadapi Bali United setelah mengantongi hasil imbang di pekan ke-21.

Bek tangguh berusia 25 tahun ini memberikan pandangan positif mengenai level kompetisi di Indonesia saat ini.

Menurut pandangannya, kualitas sepak bola nasional terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan dan membanggakan.

Keberadaan regulasi pemain asing yang cukup banyak dianggapnya sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi proses adaptasi.

Hal ini memudahkan para pemain dari luar negeri untuk saling berinteraksi dan memahami satu sama lain.

“Saya rasa liga ini sedang berkembang, jadi menurut saya itu hal yang sangat bagus. Saya rasa di sini lebih baik karena tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” ungkap Jop.

Selain masalah teknis di lapangan hijau, aspek kehidupan sehari-hari juga menjadi perhatian utama sang pemain baru.

Ia merasa sangat terbantu dengan keramahan lingkungan di Yogyakarta yang membuatnya merasa betah dan nyaman.

“Semuanya berjalan lancar. Saya mulai terbiasa dengan cuacanya. Lingkungan menyenangkan, jadi ya, saya merasa sangat baik,” jelas Jop.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa setiap perpindahan klub selalu membawa tantangan sosial yang berbeda.

Baca Juga: Bangkit di Gianyar! Ricky Nelson Targetkan Persija Kembali ke Jalur Kemenangan Tantang Bali United

Membangun kedekatan dengan seluruh elemen tim merupakan prioritas yang sedang ia kerjakan saat ini secara intensif.

Namun, tantangan yang paling dirasakannya adalah suhu udara yang jauh lebih panas dibandingkan dengan benua Eropa.

Ia menganggap cuaca adalah rintangan terbesar bagi setiap talenta asing yang mencoba peruntungan di Liga Indonesia.

“Hal yang sulit itu selalu ketika Anda datang ke tim baru untuk mengenal semua orang. Tapi khususnya di Indonesia dengan cuacanya, saya rasa itu hal (tantangan) terbesar,” ujar Jop.

Tambahan satu poin dari laga tersebut membuat posisi PSIM kini masih tertahan di papan tengah.

Klub kebanggaan warga Yogyakarta ini duduk di peringkat ketujuh dengan total raihan 32 poin.

Load More