- Pemain PSM Makassar, Ricky Pratama, dilaporkan ke Polda Sulsel atas dugaan penganiayaan kekasih pada 6 Februari 2026.
- Korban insiden tersebut juga mengklaim sempat menerima ancaman pembunuhan ketika cekcok hebat terjadi di antara mereka.
- Ricky Pratama memiliki rekam jejak disiplin buruk, mengoleksi tiga belas kartu kuning sepanjang kariernya profesionalnya.
Suara.com - Pemain PSM Makassar, Ricky Pratama tengah jadi sorotan lantaran dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya.
Kasus dugaan kekerasan itu disebut terjadi pada 6 Februari 2026, bertepatan dengan persiapan laga tandang klub yang dibela Ricky, PSM Makassar, ke Yogyakarta.
Tak hanya itu, korban juga mengaku mendapat ancaman pembunuhan saat cekcok terjadi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, rekam jejak disiplin Ricky di lapangan ikut kembali diperbincangkan.
Sepanjang karier profesionalnya bersama PSM Makassar, pemain kelahiran 6 Mei 2003 itu cukup banyak mengantongi kartu kuning.
Ricky merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-23 dan sempat mendapat kepercayaan sejak era kepelatihan Shin Tae-yong hingga berlanjut di bawah Gerald Vanenburg.
Berdasarkan statistik dari Transfermarkt, Ricky membukukan:
- 94 pertandingan
- 1 gol
- 13 kartu kuning
- 0 kartu merah
- 3.228 menit bermain
- Rata-rata, Ricky menerima satu kartu kuning setiap sekitar tujuh pertandingan.
- Rincian Kartu Kuning per Musim
Berikut distribusi kartu kuning Ricky Pratama sejak musim 2021/2022:
- Musim 2025/2026 (Super League)
11 laga – 3 kartu kuning - Musim 2024/2025 (Liga 1)
32 laga – 3 kartu kuning - ASEAN Club Championship 2024/2025
7 laga – 2 kartu kuning - Musim 2023/2024 (Liga 1)
20 laga – 1 kartu kuning - AFC Cup 2023/2024
4 laga – 1 kartu kuning - Musim 2022/2023 (Liga 1)
14 laga – 2 kartu kuning - AFC Cup 2021/2022
1 laga – 1 kartu kuning
Kontributor: Adam Ali
Baca Juga: Gacor Tampil Sebagai Gelandang, Jordi Amat: Gila Rasanya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Target Bauran EBT 2026 Dipatok hingga 21%, Pemanfaatan Energi Terbarukan Masih Masih di Bawah 0,5%
-
Iran Siap Tutup Jalur Minyak Teluk Persia Jika As Tekan Ekonomi Teheran
-
Kulit Kering Bagusnya Pakai Cushion Apa? Ini 3 Produk Minim Oksidasi Favorit Pengguna
-
Panduan Mudah Mengajari Anak Kelas 2 SD Membaca Jam Analog dan Digital
-
Harga Minyak Dunia Turun Besar-besaran, AS Malah Bikin Ulah Lagi
-
Review Film Mantis: Saat Ambisi Berubah Jadi Pertarungan Hidup dan Mati
-
Inovasi dari Nordberg Medical: PLLA - LASYNPRO TM, Jawaban Atas Regeneratif Estetika Medis
-
2 Pekan Digembleng di Thailand, STY AKui Persija Jakarta Belum Sempurna
-
Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!