-
Persib Bandung wajib menang empat gol melawan Ratchaburi FC untuk lolos ke babak selanjutnya.
-
Federico Barba tetap optimis Persib bisa membalikkan keadaan meski tertinggal agregat gol cukup besar.
-
Pelatih Ratchaburi FC pastikan timnya tidak akan bermain bertahan total di markas Persib Bandung.
Di sisi lain, Ratchaburi FC baru saja menyelesaikan laga domestik melawan Prachuap pada 14 Februari.
Jadwal padat tersebut mungkin akan mempengaruhi tingkat stamina para pemain tim tamu di lapangan.
Namun, jeda pertandingan yang lama juga bisa berisiko merusak ritme permainan kolektif Persib Bandung.
Federico Barba dan kawan-kawan perlu melakukan adaptasi cepat terhadap tempo tinggi sejak peluit dibunyikan.
Bek asing milik Persib itu menyatakan kesiapannya untuk bertarung demi harga diri klub kebanggaan Jawa Barat.
Meskipun peluang terlihat kecil secara statistik, Barba tetap menaruh kepercayaan tinggi pada seluruh rekan setimnya.
Ia menegaskan bahwa dalam dunia sepak bola profesional, kejutan besar bisa saja terjadi kapan saja.
"Seperti yang dikatakan pelatih, itu bukan hasil yang mudah. Inilah yang saya katakan setelah pertandingan, kami tetap percaya pada kemampuan kami," ujar Barba dikutip dari laman resmi klub.
Kutipan tersebut menjadi pembakar semangat bagi seluruh elemen tim yang sedang berada di bawah tekanan.
Baca Juga: Siap Taklukkan Ratchaburi FC, Bojan Minta Bobotoh Padati GBLA
Keyakinan internal pemain adalah modal utama sebelum strategi taktis dijalankan oleh pelatih di lapangan hijau.
Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, menyadari sepenuhnya bahwa bermain di Bandung bukanlah perkara yang mudah.
Ia sangat menghormati kekuatan Persib saat tampil di depan publik sendiri yang sangat fanatik tersebut.
Meskipun unggul agregat, Srimaka menegaskan bahwa timnya tidak akan menerapkan strategi bertahan total atau parkir bus.
Filosofi permainan terbuka tetap akan mereka usung demi menjaga marwah pertandingan tingkat internasional yang bergengsi.
Instruksi taktis tetap diberikan agar timnya tidak terlena dengan keunggulan tiga gol di leg pertama.
Tim tamu tetap akan waspada terhadap setiap skema serangan balik cepat yang dibangun oleh pemain sayap Persib.
Srimaka menilai koordinasi antar lini akan menjadi faktor penentu siapa yang layak melaju ke babak selanjutnya.
"Meski akan ada momen bertahan tergantung situasi lapangan, mereka tetap memegang teguh filosofi permainan dari leg pertama," ucap Srimaka.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Ratchaburi akan tetap bermain dengan cara yang sama seperti di kandang.
Hal ini tentu akan membuat pertandingan menjadi lebih menarik karena kedua tim saling jual beli serangan.
Bagi para penggemar yang tidak bisa hadir di stadion, pertandingan ini disiarkan secara langsung di televisi.
Stasiun televisi nasional RCTI dan GTV akan menyiarkan perjuangan Persib Bandung secara gratis bagi pemirsa.
Selain itu, akses digital melalui platform live streaming Vision+ juga tersedia untuk memudahkan para penonton seluler.
Dukungan dari seluruh pecinta sepak bola Indonesia sangat dibutuhkan agar wakil negara bisa berbicara banyak.
Semua mata kini tertuju pada taktik apa yang akan digunakan untuk membongkar pertahanan gerendel lawan.
Sejarah mencatat bahwa Persib seringkali mampu menciptakan keajaiban saat bermain di rumah mereka sendiri di Bandung.
Mentalitas juara para pemain akan diuji dalam situasi yang sangat tertekan seperti pertandingan malam ini.
Kemenangan dengan selisih empat gol adalah misi utama yang harus dicapai untuk lolos secara otomatis.
Semoga dewi fortuna berpihak pada Maung Bandung dalam lanjutan kompetisi AFC Champions League 2 tahun ini.
Selamat menyaksikan perjuangan tak kenal lelah dari pahlawan lapangan hijau di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional