- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyesuaikan program latihan tim selama Ramadan untuk menjaga kebugaran pemain.
- Penyesuaian fokus pada pengendalian intensitas latihan agar pemain tetap prima meskipun sedang berpuasa penuh.
- Persebaya dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara pada 21 Februari, setelah sebelumnya berada di posisi kelima klasemen.
Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, melakukan sejumlah penyesuaian selama bulan Ramadan agar timnya tetap mampu meraih hasil maksimal di ajang BRI Super League.
Pelatih asal Portugal itu menyebut periode Ramadan menjadi perhatian khusus bagi jajaran pelatih. Karena itu, Persebaya menyesuaikan program latihan agar kondisi pemain tetap terjaga.
Penyesuaian tersebut terutama berkaitan dengan intensitas latihan dan kebugaran para pemain yang menjalankan ibadah puasa.
"Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi. Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut," kata Tavares di laman resmi ILeague.
Ia pun berharap timnya dapat mempertahankan performa secara stabil dari awal hingga akhir pertandingan, khususnya pada laga perdana selama Ramadan.
Dalam jadwal terdekat, Persebaya akan bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, untuk menghadapi Persijap Jepara pada Sabtu (21/2) pukul 20.30 WIB.
"Itu tidak akan mudah, tapi saya yakin tim akan berusaha," ujar Tavares.
Selain laga kontra Persijap, Persebaya juga telah menanti tiga pertandingan lain sepanjang Ramadan. Mereka akan menjamu PSM Makassar pada 25/2 dan Persib Bandung pada 2/3, sebelum melawat ke markas Borneo FC pada 7/3.
Saat ini Persebaya berada di posisi kelima klasemen sementara Super League dengan raihan 35 poin dari 21 pertandingan, terpaut 12 angka dari Persib Bandung yang memimpin klasemen.
Baca Juga: Buka Puasa Bisa Dinanti, Buka Notifikasi Sulit Berhenti
(Antara)
Berita Terkait
-
Buka Puasa Bisa Dinanti, Buka Notifikasi Sulit Berhenti
-
Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Ada Penyesuaian di Jam Istirahat
-
3 Rekomendasi Tontonan Asal Korea yang Aman Ditonton di Bulan Ramadan
-
15 Rekomendasi Menu Takjil untuk Tadarus di Masjid yang Tidak Mudah Basi
-
Puasa sebagai Jeda: Mengurai Burnout Digital di Bulan Ramadhan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung