- CTA mengakui gol Fran Beltrán untuk Girona seharusnya dianulir karena Claudio Echeverri melanggar Jules Koundé sebelum gol tercipta.
- Federasi Sepak Bola Spanyol menegaskan VAR melakukan kesalahan nyata karena tidak meminta wasit meninjau ulang insiden injakan kaki tersebut.
- Meski sempat dirugikan, Barcelona saat ini berhasil kembali ke puncak klasemen La Liga mengungguli Real Madrid dengan selisih satu poin.
Suara.com - Komite Wasit Spanyol (CTA) secara mengejutkan mengakui adanya kesalahan fatal dalam pengambilan keputusan saat Barcelona menelan kekalahan pahit dari Girona pekan lalu.
Gol kemenangan Girona yang dicetak oleh Fran Beltrán pada menit ke-86 seharusnya dianulir karena terjadi pelanggaran yang jelas terhadap bek Barcelona, Jules Koundé, dalam proses serangan tersebut.
Pengakuan ini muncul setelah pihak Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) melakukan pengamatan mendalam dan mengonfirmasi bahwa teknologi VAR seharusnya melakukan intervensi untuk membatalkan gol kontroversial di Stadion Montilivi itu.
Otoritas pihak menjelaskan bahwa penyerang Girona, Claudio Echeverri, terbukti menginjak kaki Jules Koundé tepat sebelum memberikan operan yang berujung pada gol penentu kemenangan tersebut.
Meskipun VAR sempat meninjau seluruh fase serangan, namun saat itu justru menganggap kejadian tersebut sebagai kejadian yang masuk dalam ranah interpretasi sehingga gol tetap diizinkan.
Pihak RFEF Merujuk pada 'Aturan 12: Pelanggaran dan Kelakuan Buruk' yang menyatakan bahwa injakan yang ceroboh harus dihukum dengan tendangan bebas dan kartu kuning.
Berdasarkan hasil evaluasi, Echeverri dinilai menggunakan kekuatan berlebihan yang efektif menyingkirkan Jules Koundé dari upaya bertahan.
Pihak otoritas wasit kini menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah kesalahan yang nyata dan jelas, sehingga wasit di lapangan seharusnya mendapatkan saran untuk mengubah keputusannya.
"Dalam duel satu lawan satu di luar kotak penalti, seorang penyerang Girona menginjak kaki bek Barcelona dengan sepatunya tepat sebelum mengoper bola kepada rekan setimnya," kata RFEF dan CTA.
Baca Juga: Barcelona Gusur Madrid, Gol Roket Fermin Lopez Hancurkan Pertahanan Levante
"VAR meninjau seluruh fase penyerangan dan, dengan mempertimbangkan insiden tersebut sebagai sesuatu yang terbuka untuk interpretasi wasit, menegakkan keputusan di lapangan dan mengesahkan gol tersebut.
'Hukum 12: Pelanggaran dan Perilaku Tidak Pantas' menjelaskan bahwa injakan sembrono merupakan pelanggaran dan kartu kuning. Perebutan bola tidak membebaskan pemain dari melakukan pelanggaran."
Barcelona menanggapi pengakuan dosa tim wasit tersebut melalui unggahan di media sosial yang menyiratkan rasa terima kasih sekaligus sindiran halus kepada pihak penyelenggara liga.
"Memiliki kesalahan adalah sebuah langkah besar. Menghindarinya adalah langkah berikutnya," tulis pihak klub melalui akun resmi mereka pada Selasa waktu setempat.
Keresahan kubu Catalan ini sebenarnya sudah memuncak sejak beberapa hari sebelumnya ketika mereka mengirimkan surat protes resmi terkait inkonsistensi penggunaan VAR.
Barcelona sempat merasa dirugikan saat gol Pau Cubarsí dianulir setelah peninjauan VAR selama tujuh menit dalam laga kontra Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tersandung Skandal Pasporgate, Tim Geypens Menyesal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Legenda Persija Sutan Harhara Meninggal Dunia
-
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono: Jangan Nilai dari Satu Laga
-
Bukan Persija atau Borneo, Tavares Pilih Persib Kandidat Kuat Juara Super League
-
Tanpa 5 Pilar Utama, Persija Tak Gentar Jamu Persebaya di GBK
-
Souto Akui Thailand Favorit, Tapi Timnas Futsal Indonesia Siap Beri Kejutan
-
Skuad Pincang Bukan Halangan, Persija Jakarta Siapkan Taktik Lumat Persebaya
-
Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
-
Reuni Panas! Eliano Reijnders Tak Segan Bantu Persib Bungkam Bali United
-
Timnas Futsal Indonesia Tak Gentar Hadapi 6 Jebolan Piala Dunia Milik Thailand di Final