-
Carlos Eduardo absen tiga kali beruntun karena aturan ketat kuota pemain asing liga.
-
Mauricio Souza memprioritaskan sembilan pemain asing posisi non-kiper untuk dibawa dalam pertandingan.
-
Status Cyrus Margono sebagai WNI mempermudah Persija menyiasati regulasi pembatasan pemain asing.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza akhirnya buka suara soal kembali absennya Carlos Eduardo di posisi kiper dalam laga kontra Malut United FC pada lanjutan Super League 2025/2026. Keputusan itu bukan semata faktor teknis, melainkan karena regulasi ketat kuota pemain asing.
Nama Carlos Eduardo lagi-lagi tak masuk daftar skuad saat Persija bertandang ke Ternate, Selasa (24/2/2026).
Ini menjadi kali ketiga secara beruntun kiper asal Brasil tersebut tersisih. Sebelumnya, ia juga tak tampil saat Macan Kemayoran menang atas Bali United FC dan PSM Makassar.
Dalam tiga laga itu, posisi penjaga gawang utama diisi Andritany Ardhiyasa, sementara Cyrus Margono duduk di bangku cadangan. Situasi ini mempertegas perubahan hierarki di bawah mistar Persija.
Souza menjelaskan bahwa dirinya hanya bisa membawa sembilan pemain asing ke dalam daftar pertandingan, dengan maksimal tujuh dimainkan secara bersamaan di lapangan.
Saat menghadapi Malut United, ia memilih memasukkan Thales Lira, Bruno Tubarao, Van Basty Sousa, Fabio Calonego, Jean Mota, Maxwell Souza, Alaeddine Ajaraie, Allano Lima, dan Gustavo Almeida.
Otomatis, Carlos Eduardo harus ditinggal di Jakarta bersama Paulo Ricardo yang masih cedera.
”(Karena) batasan pemain asing. Saya hanya bisa membawa sembilan pemain ke pertandingan. Jika saya bisa membawa sepuluh, dia pasti akan datang,” kata Souza jelang lawan Malut United FC.
”Tapi saya bisa memainkan tujuh pemain dan memiliki dua pemain asing. Jadi, itulah mengapa kami memutuskan untuk tidak membawa Eduardo. Karena dia melebihi batasan pemain asing, itu saja,” tambah dia.
Baca Juga: Jadwal Padat Tak Goyahkan Persija, Tetap Bidik Tiga Poin di Markas Malut United
Masuknya Cyrus Margono menjadi faktor krusial dalam dinamika ini. Meski lahir dan besar di Amerika Serikat, Cyrus berstatus WNI sehingga tidak memakan slot pemain asing.
Keuntungan regulasi inilah yang membuat posisi Carlos Eduardo makin terjepit.
Padahal, pada putaran pertama musim ini Eduardo merupakan pilihan utama dan sudah mencatatkan 16 penampilan sejak awal kompetisi.
”Eduardo adalah pemain inti tim hampir sepanjang paruh pertama musim. Dan saat ini, ketika saya memilih untuk memiliki tujuh pemain asing di lapangan, tidak masuk akal bagi saya untuk memiliki kiper asing di bangku cadangan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok