- Emil Audero (Cremonese) dan Kevin Diks (Gladbach) sedang berjuang keras menjauh dari zona merah di kasta tertinggi Serie A Italia dan Bundesliga Jerman.
- Ragnar Oratmangoen menghadapi situasi sulit bersama FCV Dender yang kini terpuruk sebagai juru kunci klasemen Liga Belgia setelah 10 laga tanpa kemenangan.
- Ole Romeny di Championship Inggris berupaya membawa Oxford United keluar dari posisi ke-23 demi menghindari ancaman degradasi ke kasta ketiga Liga Inggris.
Suara.com - Sejumlah pemain naturalisasi andalan Timnas Indonesia saat ini tengah berjuang keras menyelamatkan klub mereka dari ancaman degradasi di berbagai liga top Eropa.
Tekanan kompetisi yang semakin memuncak menjelang akhir musim membuat nasib para penggawa skuad Garuda ini berada dalam situasi yang sangat krusial.
Setidaknya terdapat empat nama besar pemain diaspora Indonesia yang harus menghadapi fase genting demi menjaga eksistensi tim mereka di kasta tertinggi sepak bola Eropa.
Emil Audero Mulyadi menjadi nama pertama yang harus berjibaku di kasta tertinggi Liga Italia bersama klubnya, Cremonese.
Saat ini Cremonese tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Serie A dan berada tepat di ambang batas zona merah.
Perolehan poin tim asuhan Emil Audero tersebut sama persis dengan raihan Lecce yang menghuni posisi ke-18 atau batas awal zona degradasi.
Cremonese tercatat belum pernah meraih kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir dan kini harus menghadapi ujian berat melawan raksasa AC Milan.
Di kompetisi Liga Belgia, nasib serupa juga dialami oleh penyerang sayap Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen.
Klub yang dibela Ragnar, FCV Dender, saat ini terbenam di dasar klasemen sebagai juru kunci dengan koleksi hanya 17 poin.
Baca Juga: Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
Ancaman degradasi kian nyata bagi FCV Dender setelah mereka melewati rentetan 10 pertandingan tanpa sekalipun memetik kemenangan.
Beralih ke Bundesliga Jerman, bek tangguh Kevin Diks juga belum sepenuhnya aman dari intaian degradasi bersama Borussia Monchengladbach.
Borussia Monchengladbach saat ini masih menempati peringkat ke-14 namun hanya berjarak selisih tiga poin saja dari zona bahaya.
Setiap pertandingan sisa musim ini menjadi partai hidup mati bagi Kevin Diks dan kolega demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Sementara itu, Ole Romeny juga sedang menghadapi situasi pelik di kompetisi kasta kedua Inggris bersama Oxford United.
Oxford United kini terpuruk di posisi ke-23 klasemen sementara Championship dan terancam turun kasta ke divisi ketiga.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara
-
Layvin Kurzawa Apresiasi Kegiatan Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia