Bola / BolaTaiment
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:49 WIB
Menemukan Ketenangan dalam Islam Usai Pensiun, Cerita Bek Nyentrik Abel Xavier yang Mualaf [Instagram]
Baca 10 detik
  • Abel Xavier, bek nyentrik asal Portugal era 90-an, pernah bermain untuk klub elite Eropa dan Timnas Portugal.
  • Karier Xavier ternoda sanksi doping tahun 2005 saat memperkuat Middlesbrough, yang ia klaim tidak disengaja.
  • Setelah sempat terpuruk, Xavier menemukan ketenangan dengan memeluk agama Islam dan dikenal dengan nama Faisal.

Suara.com - Bagi penggemar sepak bola era 90-an tentu tak asing dengan sosok bek nyentrik asal Portugal, Abel Xavier.

Pemain satu ini cukup familiar dan dikenal fans sepak bola era 90-an karena gaya rambutnya yang nyentrik.

Tak hanya karena gaya rambut, Abel Xavier juga dikenal sebagai sosok petarung di lini belakang, implusif dan kerap membuat hal kontroversial.

Sepanjang kariernya, Xavier memperkuat sejumlah klub elite Eropa seperti Benfica, PSV Eindhoven, Liverpool, hingga AS Roma.

Ia juga menjadi bagian penting Timnas Portugal, termasuk saat tampil di semifinal UEFA Euro 2000.

Namun, perjalanan kariernya tak selalu mulus. Ia sempat dijatuhi sanksi akibat insiden dengan wasit serta kasus doping pada 2005 saat memperkuat Middlesbrough.

Xavier menegaskan bahwa hasil tes positif kala itu berasal dari suplemen yang terkontaminasi dan dinyatakan sebagai doping tidak disengaja.

“Dari momen sulit, saya belajar banyak. Saya tidak akan mengubah apa pun dari karier saya,” cerita Abel seperti dilansir dari La Nueva Espana.

Saat hidupnya terpuruk karena celaan dan citra buruk sebagai pemain belakang yang implusif, Abel Xavier justur mendapat ketenangan dalam hidup setelah memutuskan mualaf, memeluk agama Islam.

Baca Juga: 4 Bintang Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Menjadi Mualaf

Abel Xavier mengatakan bahwa keputusannya menjadi mualaf ialah proses alami, tidak ada paksaan dan datang dari hati.

Di Mozambik, 60% populasi beragama Islam dan keluarganya terdiri dari Muslim dan Kristen.

Abel Xavier memang memiliki darah Mozambik dari keluarga besarnya. Ketertarikan untuk memeluk Islam tumbuh seiring waktu, termasuk saat tinggal di Istanbul.

“Saya memilih Islam karena agama ini mempromosikan nilai-nilai yang saya identifikasi,” ungkapnya seperti dilansir dari Noticias de Navarra.

Setelah memeluk Islam, Abel mengubah namanya jadi Faisal. Ia tidak secara resmi mengganti nama, di dokumen tetap Abel Xavier, tetapi di komunitas Muslim, eks bek Liverpool itu dikenal dengan nama Faisal.

Sempat menjadi pelatih timnas Mozambik, Abel Xavier belum lagi mendapat pekerjana baru sebagai pelatih.

Menariknya pada 2024 lalu, Abel sempat memposting di akun Instagramnya saat bertemu dengan Dubes Indonesia di Portugal saat itu, Rudy Alfonso.

Dalam postingan itu, Abel mengungkap program kerjasama untuk pemain muda asal Jawa Tengah yang ingin berkarier di Portugal.

Kontributor: Adam Ali

Load More