Entertainment / Gosip
Selasa, 24 Februari 2026 | 18:00 WIB
Sinead O'Connor (Twitter/@SineadOConnor)
Baca 10 detik
  • Sinead O’Connor resmi memeluk Islam pada 2018 dan mengganti namanya menjadi Shuhada’ Sadaqat setelah perjalanan panjang mencari jati diri.
  • Perjalanannya diwarnai aksi kontroversial melawan Gereja Katolik sebagai bentuk protes atas isu pelecehan anak, sebelum akhirnya merasa "pulang" melalui Alquran.
  • Ia wafat pada 2023 sebagai seorang Muslimah yang merasa telah menemukan fitrahnya, meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik internasional.

Suara.com - Dunia mengenal Sinead O'Connor sebagai solois ikonik asal Irlandia dengan jiwa pemberontak.

Namun, di balik karier musiknya yang ikonik, pelantun Nothing Compares 2 U ini menempuh perjalanan spiritual yang panjang dan berliku. Puncaknya ia memeluk Islam pada 2018.

O'Connor lahir di Dublin, Irlandia dan tumbuh di lingkungan Katolik yang kental namun menyakitkan. Pengalaman masa mudanya saat dikirim ke Magdalene laundry, institusi bagi perempuan yang dianggap bermasalah, membuatnya menjadi kritikus vokal terhadap Gereja Katolik.

Dilansir dari laman BBC, momen paling kontroversial terjadi pada 1992 di acara Saturday Night Live. Di hadapan jutaan penonton, ia merobek foto Paus Yohanes Paulus II sebagai bentuk protes terhadap kasus pelecehan seksual anak di lingkungan gereja.

"Lawan musuh yang sebenarnya," katanya berseru waktu itu.

Tapi uniknya, pada 1999, O'Connor sempat ditahbiskan sebagai imam oleh sebuah gereja sempalan di Prancis dengan nama Ibu Bernadette Mary. Meskipun penahbisan ini tidak diakui oleh Gereja Katolik Roma.

Hubungannya dengan Vatikan terus pasang surut. O'Connor pernah meminta maaf atas insiden merobek foto Paus, tapi di lain waktu, ia kembali mengkritik keras institusi tersebut sebagai "sarang kejahatan."

Puncaknya, pada Agustus 2018, ia secara terbuka meminta agar dikucilkan atau excommunicated dari Gereja Katolik.

Masuk Islam

Baca Juga: Betrand Peto Jadi 'Alarm' Sahur Ruben Onsu: dari War Takjil Hingga Ketagihan Nasi Briyani

O'Connor mengumumkan keputusannya untuk menjadi mualaf pada Oktober 2018, tak lama setelah meminta pemutusan hubungan dengan gereja.

Melalui akun Twitter-nya, yang kini sudah nonaktif, ia menyatakan bahwa keputusannya adalah hasil akhir dari perjalanan seorang teolog yang cerdas.

"Semua studi kitab suci akan berujung pada Islam. Hal itu membuat kitab suci lainnya menjadi redundan," tulisnya.

Memeluk Islam, O'Connor mengubah namanya menjadi Shuhada Sadaqat sebagai identitas barunya.

Dalam sebuah wawancara emosional di The Late Late Show pada September 2019, O'Connor mengungkapkan bahwa ia merasa telah menjadi Muslim sepanjang hidupnya tanpa ia sadari.

Ia menggunakan istilah "revert" atau kembali ke fitrah untuk menjelaskan transformasinya.

"Saya membiarkan Islam sebagai pilihan terakhir karena saya memiliki banyak prasangka terhadap agama ini," katanya kepada pembawa acara Ryan Tubridy.

"Tapi saat saya mulai membaca, bahkan baru membaca bab kedua (Al-Baqarah) dari Al-Qur'an saja, saya langsung menyadari, 'Oh Tuhan, saya telah pulang'" ujarnya lagi.

O'Connor meninggal dunia pada 27 Juli 2023 dalam usia 56 tahun. Kepergian Shuhada Sadaqat meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, termasuk rekan sesama musisi mualaf, Yusuf Islam (Cat Stevens).

Melalui unggahannya, Yusuf Islam mengenang Shuhada sebagai jiwa yang lembut.

"Sangat sedih mendengar kabar berpulangnya saudari kita Shuhada Sadaqat, yang juga dikenal sebagai Sinéad O'Connor," tulis Yusuf.

Load More