Bola / Liga Spanyol
Rabu, 25 Februari 2026 | 20:10 WIB
Legenda Belanda, Wesley Sneijder ikut mengomentari penunjukkan Patrick Kluivert jadi pelatih timnas Indonesia. (Instagram/@onsoranje)
Baca 10 detik
  • Wesley Sneijder menerima 4.000 ancaman pembunuhan setelah mengkritik Gianluca Prestianni terkait isu rasisme.
  • Kritik Sneijder disampaikan dalam tayangan Ziggo Sport mengenai insiden di leg pertama playoff Liga Champions UEFA.
  • Kasus dugaan rasisme yang melibatkan Prestianni dan Vinicius Junior saat ini masih dalam tahap penyelidikan UEFA.

Suara.com - Mantan gelandang Real Madrid, Wesley Sneijder, mengaku menerima sekitar 4.000 ancaman pembunuhan setelah membela Vinicius Junior di kasus dugaan rasisme yang dilakukan winger Benfica, Gianluca Prestianni.

Sneijder secara terbuka mengkritik winger Benfica, Gianluca Prestianni, terkait insiden pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid.

Dalam tayangan Ziggo Sport, Sneijder menyebut Prestianni tampak menyadari kesalahannya.

“Dari ekspresinya terlihat ia tahu telah melakukan kesalahan besar. Saya pikir akan ada konsekuensi,” ujar Sneijder.

Namun, pernyataan tersebut memicu gelombang reaksi keras, khususnya dari Argentina.

Striker Real Madrid Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan serius usai laga Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz. [Instagram]

“Ini isu yang mengerikan. Saya menerima 4.000 ancaman pembunuhan dari Argentina pekan lalu hanya karena menyampaikan opini,” ungkap Sneijder.

Ia menegaskan setiap orang berhak memiliki pendapat.

“Mereka yang mengancam saya juga punya opini. Saya pun punya opini berdasarkan apa yang saya lihat.”

Sementara itu, winger Benfica Dodi Lukebakio juga angkat suara. Ia menyatakan akan berdiri di pihak Vinicius jika tudingan tersebut benar.

Baca Juga: Singkirkan Club Brugge, Diego Simeone Sebut Atletico Madrid bak Tim yang Terlahir Kembali

“Saya berharap apa yang dituduhkan itu tidak benar. Jika benar terjadi, saya tidak bisa menerimanya. Saya menentang segala bentuk ketidakadilan,” ujarnya kepada Pickx+Sports.

Namun Lukebakio juga mengingatkan bahwa publik belum mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya diucapkan di lapangan.

“Kita tidak tahu apa yang benar-benar dikatakan. Apakah ini fakta atau ada yang dilebih-lebihkan? Semua masih spekulasi,” katanya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan UEFA dan menjadi salah satu sorotan utama jelang leg kedua di Santiago Bernabeu dinihari nanti.

Kontributor: Adam Ali

Load More