- Wesley Sneijder menerima 4.000 ancaman pembunuhan setelah mengkritik Gianluca Prestianni terkait isu rasisme.
- Kritik Sneijder disampaikan dalam tayangan Ziggo Sport mengenai insiden di leg pertama playoff Liga Champions UEFA.
- Kasus dugaan rasisme yang melibatkan Prestianni dan Vinicius Junior saat ini masih dalam tahap penyelidikan UEFA.
Suara.com - Mantan gelandang Real Madrid, Wesley Sneijder, mengaku menerima sekitar 4.000 ancaman pembunuhan setelah membela Vinicius Junior di kasus dugaan rasisme yang dilakukan winger Benfica, Gianluca Prestianni.
Sneijder secara terbuka mengkritik winger Benfica, Gianluca Prestianni, terkait insiden pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid.
Dalam tayangan Ziggo Sport, Sneijder menyebut Prestianni tampak menyadari kesalahannya.
“Dari ekspresinya terlihat ia tahu telah melakukan kesalahan besar. Saya pikir akan ada konsekuensi,” ujar Sneijder.
Namun, pernyataan tersebut memicu gelombang reaksi keras, khususnya dari Argentina.
“Ini isu yang mengerikan. Saya menerima 4.000 ancaman pembunuhan dari Argentina pekan lalu hanya karena menyampaikan opini,” ungkap Sneijder.
Ia menegaskan setiap orang berhak memiliki pendapat.
“Mereka yang mengancam saya juga punya opini. Saya pun punya opini berdasarkan apa yang saya lihat.”
Sementara itu, winger Benfica Dodi Lukebakio juga angkat suara. Ia menyatakan akan berdiri di pihak Vinicius jika tudingan tersebut benar.
Baca Juga: Singkirkan Club Brugge, Diego Simeone Sebut Atletico Madrid bak Tim yang Terlahir Kembali
“Saya berharap apa yang dituduhkan itu tidak benar. Jika benar terjadi, saya tidak bisa menerimanya. Saya menentang segala bentuk ketidakadilan,” ujarnya kepada Pickx+Sports.
Namun Lukebakio juga mengingatkan bahwa publik belum mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya diucapkan di lapangan.
“Kita tidak tahu apa yang benar-benar dikatakan. Apakah ini fakta atau ada yang dilebih-lebihkan? Semua masih spekulasi,” katanya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan UEFA dan menjadi salah satu sorotan utama jelang leg kedua di Santiago Bernabeu dinihari nanti.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Singkirkan Club Brugge, Diego Simeone Sebut Atletico Madrid bak Tim yang Terlahir Kembali
-
Disingkirkan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Klaim Inter Milan Sudah Berikan Segalanya
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Okan Buruk Ingatkan Victor Osimhen Cs Tetap Injak Bumi
-
Dominasi Inggris di Liga Champions, 7 Klub Premier League Tembus 16 Besar
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR
-
Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9
-
Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal
-
6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern