Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 | 12:05 WIB
Mauresmo Hinoke (ig Mauresmo Hinoke)
Baca 10 detik
  • Mauresmo Hinoke gagal dinaturalisasi ke Timnas Indonesia akibat kendala garis keturunan generasi keempat.

  • John Herdman harus mencari alternatif pemain lain menjelang turnamen internasional FIFA Series 2026.

  • Syarat domisili lima tahun menjadi satu-satunya jalur tersisa bagi Hinoke untuk membela Garuda.

Suara.com - Ambisi besar pendukung sepak bola tanah air untuk melihat wajah baru di skuad Garuda harus menemui jalan buntu. John Herdman yang kini menakhodai Timnas Indonesia dipastikan tidak bisa mendaftarkan satu talenta berbakat dari kompetisi Belanda.

Pemain yang dimaksud adalah Mauresmo Hinoke yang saat ini sedang menunjukkan taji bersama klub kasta kedua, TOP Oss.

Langkah hukum untuk mengubah kewarganegaraan sang pemain muda ini resmi dihentikan akibat terbentur oleh aturan keras federasi dunia.

FIFA menetapkan batasan yang sangat spesifik mengenai siapa saja yang berhak berpindah asosiasi melalui jalur hubungan darah.

Mauresmo Hinoke sebenarnya memiliki catatan statistik yang cukup menggiurkan bagi staf kepelatihan Timnas Indonesia saat ini.

Berlaga di kasta Eerste Divisie, pemuda ini tercatat sudah tampil sebanyak 27 kali dengan kontribusi yang sangat nyata.

Ia berhasil membukukan 4 gol serta 4 assist yang membuktikan efektivitasnya dalam membongkar pertahanan lawan di Eropa.

Sosoknya bukan orang asing karena ia pernah memperkuat Indonesia national under-20 football team dalam ajang internasional bergengsi.

Salah satu momen yang paling diingat adalah penampilannya di Tournoi Maurice Revello atau Toulon Cup 2024 lalu.

Baca Juga: John Herdman dan Timnas Indonesia yang Terancam Minim Kreasi di Guliran FIFA Series 2026

Bersama Garuda Muda, pemain kelahiran 2005 ini sudah mencatatkan 5 penampilan dan sukses menyumbangkan 1 gol indah.

Fleksibilitas menjadi senjata utama Hinoke karena ia sanggup ditempatkan sebagai sayap kiri maupun gelandang serang kreatif.

Kemampuannya dalam mengolah bola dan melakukan dribel agresif awalnya diharapkan bisa menjadi tandem seimbang bagi Ole Romeny.

Banyak pengamat meyakini kehadiran Hinoke akan membentuk trio lini depan mematikan bersama sosok berbakat Miliano Jonathans.

Namun, semua skenario taktis tersebut kini harus disusun ulang oleh John Herdman demi menjaga keseimbangan skuad utama.

Akar masalah kegagalan proses perpindahan federasi ini terletak pada interpretasi mendalam terhadap regulasi kelayakan pergantian asosiasi.

Aturan terbaru FIFA hanya memperbolehkan pemain melakukan naturalisasi jika memiliki garis keturunan maksimal hingga generasi ketiga atau kakek-nenek.

Investigasi mendalam menunjukkan bahwa darah Indonesia yang mengalir di tubuh Mauresmo Hinoke berasal dari generasi keempat.

Status buyut sebagai pemilik garis keturunan asal Indonesia dianggap tidak memenuhi kualifikasi hukum yang diakui secara internasional saat ini.

Kenyataan pahit ini memaksa PSSI dan tim kepelatihan untuk segera menghentikan proses administrasi yang sempat berjalan beberapa waktu.

Hanya ada satu celah hukum yang tersisa bagi Hinoke jika tetap bertekad untuk mengenakan seragam Merah Putih kelak.

Ia diwajibkan untuk menempuh jalur naturalisasi berbasis domisili dengan cara bermain di kompetisi domestik Indonesia secara menetap.

Syaratnya tidak main-main karena sang pemain harus tinggal di tanah air selama lima tahun berturut-turut tanpa jeda lama.

Skema panjang ini pernah dilewati oleh pemain-pemain senior terdahulu seperti sosok legendaris Cristian Gonzales dan gelandang Marc Klok.

Mengingat usianya yang masih sangat muda, pilihan ini tentu membutuhkan pengorbanan karier yang sangat besar di benua Eropa.

Tanpa kehadiran Hinoke, John Herdman kini dituntut untuk memaksimalkan potensi pemain yang sudah tersedia di dalam daftar panggilannya.

Ujian sesungguhnya bagi arsitek asal Inggris ini akan tersaji dalam ajang internasional bertajuk FIFA Series 2026 mendatang.

Turnamen ini akan menjadi panggung pembuktian bagi Herdman dalam meramu taktik, mentalitas, serta kedalaman tim secara keseluruhan.

Berdasarkan jadwal resmi, Indonesia akan menjamu Saint Kitts and Nevis national football team di Jakarta pada akhir Maret.

Pertandingan krusial tersebut akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang diprediksi akan dipenuhi oleh ribuan suporter.

Kemenangan atas tim tamu tersebut sangat penting demi mengamankan satu tiket di partai puncak yang digelar beberapa hari kemudian.

Jika berhasil melaju ke final, Indonesia berpotensi menghadapi tantangan berat dari pemenang laga Bulgaria melawan Solomon Islands.

Meski satu nama besar dari Belanda harus tercoret, fokus tim tidak boleh terganggu demi meraih poin maksimal di peringkat FIFA.

Kualitas Mauresmo Hinoke tetap diakui sebagai salah satu talenta muda yang patut dipantau meski pintunya ke tim senior tertutup regulasi.

Kini publik sepak bola nasional tinggal menanti strategi kejutan apa yang akan disiapkan Herdman untuk menghadapi lawan-lawan di bulan Maret.

Load More