- Pemain keturunan Indonesia, Mitchel Bakker, masuk daftar susunan pemain Atalanta saat menyingkirkan Dortmund 4-1 di Liga Champions.
- Atalanta lolos ke babak 16 besar setelah menang dramatis 4-1 atas Dortmund pada leg kedua playoff.
- Bakker tidak bisa dinaturalisasi Indonesia karena garis keturunannya sudah melebihi batas generasi kedua menurut aturan FIFA.
Suara.com - Sejarah dicetak oleh pemain keturunan Indonesia di panggung Liga Champions dinihari tadi. Pemain yang gagal membela Timnas Indonesia ini ikut ambil bagian mengantarkan tim yang ia bela lolos dari fase knockout Liga Champions.
Klub Serie A Italia, Atalanta secara dramatis menyingkirkan Borussia Dortmund dengan skor 4-1 pada leg kedua playoff, membalikkan keadaan setelah kalah 0-2 pada leg pertama.
Kemenangan ini memastikan La Dea melaju ke babak 16 besar. Meski tak dimainkan oleh pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, pemain berdarah Maluku, Mitchel Bakker masuk dalam daftar susunan pemain Atalanta dinihari tadi melawan Dortmund.
Bakker sejatinya memiliki garis keturunan Indonesia namun ia tak sulit untuk dinaturalisasi lantaran garis keturunan Indonesia Bakker berasal dari generasi ketiga.
Menurut aturan FIFA, proses naturalisasi hanya dapat dilakukan jika hubungan keluarga pemain dengan negara yang bersangkutan tidak melebihi generasi kedua, yaitu maksimal dari kakek atau nenek.
Musim ini, Bakker kembali ke klub lamanya, Atalanta. Bakker sebelumnya dipinjamkan ke klub Ligue 1, LOSC Lille, klub yang saat ini diperkuat Calvin Verdonk.
Bakker sejatinya datang ke Atalanta dengan kondisi tidak cukup baik. Ia mengalami robek ligamen anterior pada lutut kanannya saat sesi latihan di Zingonia.
Dilansir dari bergamonews.it, pihak Atalanta langsung melakukan operasi kepada Bakker.
Setelah beberapa bulan berlatih secara individu serta mengikuti program tim Under-23 dan Primavera, Bakker kini telah sepenuhnya bergabung dengan latihan tim utama pada awal Februari ini.
Baca Juga: Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
Pada leg pertama melawan Dortmund, Bakker juga masuk ke dalam daftar susunan pemain Atalanta, namun tak diberi kesempatan bermain oleh Palladino.
Atalanta Menang Dramatis
Dortmund datang dengan modal kemenangan 2-0 di leg pertama, namun Atalanta langsung menekan sejak awal.
Gol cepat tercipta pada menit kelima. Umpan mendatar Lorenzo Bernasconi dari sisi kiri coba dipotong Ramy Bensebaini, namun justru mengarah ke Gianluca Scamacca yang dengan mudah menaklukkan kiper Gregor Kobel.
Upaya Atalanta menggandakan skor sempat digagalkan oleh Kobel saat Nicola Zalewski melepaskan tembakan menit ke-24.
Menjelang turun minum, Atalanta berhasil menambah keunggulan.
Pada menit ke-45, Davide Zappacosta memanfaatkan bola liar hasil tepisan Kobel dan menembak dari luar kotak penalti, membuat skor menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, Atalanta semakin menggila. Umpan silang dari Marten de Roon disundul Mario Pasalic pada menit ke-57, membawa tuan rumah unggul 3-0 sekaligus membalikkan agregat menjadi 3-2.
Dortmund berupaya mengejar ketertinggalan. Serhou Guirassy dan Fabio Silva beberapa kali mengancam, namun Carnesecchi tetap tangguh.
Gol balasan akhirnya lahir menit ke-75 melalui Karim Adeyemi, yang menusuk dari sisi kanan dan menembakkan bola melengkung ke gawang Atalanta, menyamakan agregat menjadi 3-3.
Drama puncak terjadi menjelang akhir pertandingan. Kesalahan distribusi Kobel berhasil dipotong Pasalic, dan umpan silang mengarah ke Nikola Krstovic.
Saat mencoba menyapu bola, Bensebaini justru mengenai kepala Krstovic. VAR memutuskan penalti dan kartu kuning kedua untuk Bensebaini.
Lazar Samardzic sebagai eksekutor mengeksekusi penalti dengan sempurna, bola ke pojok kiri atas gawang, memastikan kemenangan 4-1 bagi Atalanta dan agregat 4-3.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier
-
Jelang FIFA Series 2026, Kevin Diks: Kami Harus Lebih Kejam!
-
10 Pemain Keturunan Indonesia Eropa Berpeluang Perkuat Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030
-
Maarten Paes Incar Posisi Kiper Utama Ajax Musim Depan Usai Debut Manis Lawan NEC Nijmegen
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Hadapi Madura United, Federico Barba Tegaskan Mentalitas Persib Bandung
-
Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier
-
Masih Optimis Juara, Tammy Abraham Peringatkan Arsenal dan Manchester City
-
Hitung-hitungan Timnas Futsal Putri Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2026
-
Duh! John Herdman Terpaksa Bisa Coret Bintang TOP Oss Rp 6,08 Miliar dari Daftar Naturalisasi
-
Lionel Messi Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Kecil
-
Casemiro Tertarik Gabung AC Milan, Luka Modric Jadi Alasan
-
Persija Jakarta Samai Poin Persib, Andritany Tegaskan Asa Juara Masih Ada