- Kevin Diks menuntut skuad Borussia Monchengladbach untuk tampil lebih kejam di area pertahanan dan penyerangan demi memutus rekor 7 laga tanpa kemenangan.
- Meski secara individu mendapatkan banyak menit bermain, Diks mengaku tidak puas dengan pencapaian tim yang kini terjerembap di peringkat 14 Liga Jerman.
- Laga berat di kompetisi Eropa ini menjadi modal mental berharga bagi Kevin Diks sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia asuhan John Herdman bulan depan.
Suara.com - Bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengobarkan semangat tempur bersama klubnya, Borussia Monchengladbach, sebelum bertolak mengikuti agenda FIFA Series 2026 bareng Timnas Indonesia.
Menghadapi situasi genting di kompetisi Liga Jerman, Kevin Diks menuntut rekan setimnya untuk tampil lebih beringas di sisa pertandingan musim ini.
Kesiapan mental dan fisik di level Eropa ini dipastikan menjadi modal berharga bagi sang pemain sebelum bergabung dengan skuad asuhan pelatih John Herdman pada Maret mendatang.
Perjalanan Borussia Monchengladbach saat ini memang sedang berada dalam fase yang sangat mengkhawatirkan di kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Tim berjuluk Die Fohlen tersebut tengah terseok-seok dan terjebak di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan rentetan tujuh laga tanpa kemenangan.
Jarak poin yang sangat tipis dengan tim-tim penghuni zona degradasi memaksa skuad Monchengladbach untuk segera mencari jalan keluar dari krisis.
Menanggapi tren negatif yang mendera timnya, Kevin Diks secara gamblang menyoroti kelemahan utama yang harus segera diperbaiki di atas lapangan.
"Kami harus lebih kejam di kedua kotak penalti, baik dalam menyerang maupun bertahan," tegas Diks dalam wawancara di laman resmi klub.
"Itulah tepatnya yang menjadi fokus kami selama beberapa hari terakhir, pada momen-momen menentukan, kami harus lebih bertekad," tambahnya menuntut agresivitas tim.
Baca Juga: Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?
Secara individu, perjalanan Diks musim ini sejatinya berjalan cukup positif karena ia konsisten mendapatkan kepercayaan menit bermain yang melimpah dari tim pelatih.
Namun, ia merasa pencapaian pribadinya tersebut terasa hampa jika tidak dibarengi dengan raihan poin maksimal bagi tim secara kolektif.
"Tentu saja sulit ketika Anda tidak mendapatkan hasil yang baik, mengalami kemunduran rasanya tidak menyenangkan," ungkap pemain bertahan serbabisa tersebut.
Meski kondisi ruang ganti sedang diselimuti tekanan tinggi akibat puasa kemenangan, ia meminta seluruh pemain untuk tidak meratapi nasib terlalu lama.
"Tapi kami harus bangkit kembali, terus maju, dan menatap ke depan dengan pola pikir positif, fokus kami jelas pada pertandingan berikutnya," sambung Diks.
Akhir pekan ini, kualitas mental dan taktik Monchengladbach akan kembali diuji saat menjamu Union Berlin di Stadion Borussia Park pada Sabtu (28/2/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken
-
Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss
-
Terkuak! Titik Lemah Penalti Lionel Messi: Sisi Kanan Jadi Kutukan
-
Siapa Jayden Adams? Ditemukan Tewas Misterius Usai Main di Piala Dunia 2026