Bola / Bola Dunia
Kamis, 26 Februari 2026 | 09:50 WIB
Jelang FIFA Series 2026 bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks tuntut skuad Borussia Monchengladbach tampil lebih kejam demi jauhi zona degradasi Liga Jerman. [Dok. IG Timnas Indonesia]
Baca 10 detik
  • Kevin Diks menuntut skuad Borussia Monchengladbach untuk tampil lebih kejam di area pertahanan dan penyerangan demi memutus rekor 7 laga tanpa kemenangan.
  • Meski secara individu mendapatkan banyak menit bermain, Diks mengaku tidak puas dengan pencapaian tim yang kini terjerembap di peringkat 14 Liga Jerman.
  • Laga berat di kompetisi Eropa ini menjadi modal mental berharga bagi Kevin Diks sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia asuhan John Herdman bulan depan.

Suara.com - Bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengobarkan semangat tempur bersama klubnya, Borussia Monchengladbach, sebelum bertolak mengikuti agenda FIFA Series 2026 bareng Timnas Indonesia.

Menghadapi situasi genting di kompetisi Liga Jerman, Kevin Diks menuntut rekan setimnya untuk tampil lebih beringas di sisa pertandingan musim ini.

Kesiapan mental dan fisik di level Eropa ini dipastikan menjadi modal berharga bagi sang pemain sebelum bergabung dengan skuad asuhan pelatih John Herdman pada Maret mendatang.

Perjalanan Borussia Monchengladbach saat ini memang sedang berada dalam fase yang sangat mengkhawatirkan di kasta tertinggi sepak bola Jerman.

Tim berjuluk Die Fohlen tersebut tengah terseok-seok dan terjebak di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan rentetan tujuh laga tanpa kemenangan.

Nama Kevin Diks resmi tercatat dalam buku rekor sebagai pemain Indonesia pertama yang merumput di kasta tertinggi Liga Jerman atau Bundesliga. [Dok. IG/Borussia]

Jarak poin yang sangat tipis dengan tim-tim penghuni zona degradasi memaksa skuad Monchengladbach untuk segera mencari jalan keluar dari krisis.

Menanggapi tren negatif yang mendera timnya, Kevin Diks secara gamblang menyoroti kelemahan utama yang harus segera diperbaiki di atas lapangan.

"Kami harus lebih kejam di kedua kotak penalti, baik dalam menyerang maupun bertahan," tegas Diks dalam wawancara di laman resmi klub.

"Itulah tepatnya yang menjadi fokus kami selama beberapa hari terakhir, pada momen-momen menentukan, kami harus lebih bertekad," tambahnya menuntut agresivitas tim.

Baca Juga: Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?

Secara individu, perjalanan Diks musim ini sejatinya berjalan cukup positif karena ia konsisten mendapatkan kepercayaan menit bermain yang melimpah dari tim pelatih.

Namun, ia merasa pencapaian pribadinya tersebut terasa hampa jika tidak dibarengi dengan raihan poin maksimal bagi tim secara kolektif.

"Tentu saja sulit ketika Anda tidak mendapatkan hasil yang baik, mengalami kemunduran rasanya tidak menyenangkan," ungkap pemain bertahan serbabisa tersebut.

Meski kondisi ruang ganti sedang diselimuti tekanan tinggi akibat puasa kemenangan, ia meminta seluruh pemain untuk tidak meratapi nasib terlalu lama.

"Tapi kami harus bangkit kembali, terus maju, dan menatap ke depan dengan pola pikir positif, fokus kami jelas pada pertandingan berikutnya," sambung Diks.

Akhir pekan ini, kualitas mental dan taktik Monchengladbach akan kembali diuji saat menjamu Union Berlin di Stadion Borussia Park pada Sabtu (28/2/2026).

Pertandingan krusial melawan Union Berlin tersebut ditargetkan menjadi titik tolak kebangkitan tim untuk menjauh dari ancaman turun kasta ke Bundesliga 2.

Intensitas tinggi dan tekanan besar di Liga Jerman ini justru menjadi kawah candradimuka yang sempurna bagi kematangan seorang atlet profesional.

Pengalaman menghadapi situasi sulit tersebut akan membentuk ketahanan mental sang pemain jelang pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia.

Tenaga dan kepemimpinan Kevin Diks di lini belakang sangat diharapkan oleh John Herdman untuk mengamankan pertahanan Skuad Garuda di laga internasional nanti.

Load More