-
Timnas Indonesia membidik pemain diaspora Eropa untuk target Piala Dunia 2030 mendatang.
-
Naturalisasi pemain muda berkualitas menjadi strategi utama PSSI membangun kekuatan jangka panjang.
-
Sebanyak sepuluh pemain keturunan di berbagai posisi berpotensi memperkuat skuad Garuda masa depan.
Suara.com - Ambisi besar sedang dibangun Timnas Indonesia untuk menembus panggung internasional yang lebih tinggi.
Gelombang pemain keturunan Indonesia yang berkarier di kompetisi elite Eropa kini menjadi tumpuan harapan baru bagi publik tanah air.
Langkah ini diambil guna memastikan skuad Garuda memiliki daya saing yang setara saat berhadapan dengan raksasa Asia.
Keberadaan talenta keturunan diproyeksikan mampu membawa perubahan instan namun berkelanjutan bagi prestasi tim nasional di masa depan.
PSSI kini tidak hanya melihat hasil jangka pendek namun fokus pada visi besar tahun-tahun mendatang.
Target besar telah dicanangkan untuk menghadapi gelaran bergengsi Piala Asia 2027 serta kualifikasi Piala Dunia 2030.
Integrasi antara pemain lokal dan diaspora diharapkan menciptakan harmoni permainan yang jauh lebih solid dan modern.
Kehadiran sosok seperti Jay Idzes dan kawan-kawan sebelumnya telah membuktikan bahwa kualitas tim meningkat secara drastis.
Kini perhatian beralih pada pencarian bakat di sektor pertahanan yang menjadi fondasi utama dalam sebuah pertandingan.
Baca Juga: Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer
Bek dengan jam terbang tinggi di liga top Eropa menjadi prioritas utama untuk menjaga area penalti Garuda.
Selain pertahanan, sektor tengah memerlukan kreator serangan yang memiliki ketahanan fisik luar biasa dalam menjaga tempo.
Pemain yang terbiasa dengan intensitas tinggi di kompetisi Eropa diyakini mampu memperbaiki kualitas distribusi bola nasional.
Sektor depan juga menjadi sorotan utama karena Indonesia membutuhkan penyerang yang memiliki insting gol sangat tajam.
Beberapa nama muda yang menimba ilmu di akademi elite luar negeri mulai masuk dalam radar pantauan tim kepelatihan.
Kombinasi pengalaman dan jiwa muda pemain tersebut akan menjadi modal berharga bagi masa depan Timnas Indonesia.
Tristan Gooijer merupakan pemain bertahan yang saat ini dipinjamkan dari Ajax Amsterdam ke PEC Zwolle.
Fleksibilitasnya dalam bermain sebagai bek sayap maupun bek tengah menjadikannya opsi yang sangat menarik bagi pelatih.
Nama lain yang mencolok adalah Pascal Struijk yang saat ini menjadi bagian penting Leeds United di Inggris.
Pascal Struijk saat ini menjadi bagian penting Leeds United yang bertarung di kasta teratas Liga Inggris.
Posisi bermain pemain berusia 26 tahun tersebut adalah bek tengah yang memiliki kedisiplinan tinggi di lapangan.
Selanjutnya ada Jenson Seelt yang merupakan pemain pinjaman dari klub Inggris Sunderland menuju tim Wolfsburg.
Pemain pinjaman dari Sunderland ke Wolfsburg ini berposisi sebagai bek tengah dan memiliki postur yang ideal.
Sejauh ini, pemain berusia 22 tahun tersebut telah mengemas sembilan penampilan di Bundesliga yang sangat kompetitif.
Untuk posisi gelandang, nama Laurin Ulrich muncul sebagai kandidat kuat untuk mengatur ritme permainan tim nasional.
Laurin Ulrich saat ini memperkuat tim kasta kedua Liga Jerman, FC Magdeburg, dengan visi bermain sangat baik.
Ia berposisi sebagai gelandang tengah dan serang sehingga cocok untuk meneruskan peran Thom Haye di masa depan.
Sektor serangan juga memiliki nama Luke Vickery yang kini sedang meniti karier profesional di Benua Kanguru.
Luke Vickery merupakan pemain yang pada musim ini memperkuat tim Liga Australia, Macarthur, sebagai juru gedor.
Ia berposisi sebagai penyerang sayap atau striker yang memiliki kecepatan di atas rata-rata pemain pada umumnya.
Posisi penjaga gawang juga tidak luput dari perhatian dengan munculnya talenta muda berbakat dari Liga Belanda.
Kayne van Oevelen merupakan pemain berposisi kiper yang saat ini memperkuat FC Volendam di kasta tertinggi Belanda.
Ia masih berusia 22 tahun dan menjadi pilihan utama di klub tersebut berkat refleks yang luar biasa.
Selanjutnya ada Mitchell van Rooijen yang memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi berbeda pada lini tengah.
Mitchell van Rooijen saat ini memperkuat tim kasta kedua Liga Belanda, TOP Oss, sebagai pemain kunci mereka.
Pemain berusia 27 tahun tersebut berposisi sebagai gelandang tengah dan bek sayap yang sangat enerjik di lapangan.
Dari kasta kedua Liga Spanyol, terdapat nama Daijiro Chirino yang konsisten menunjukkan performa solid setiap pekan.
Daijiro Chirino merupakan pemain berposisi bek kanan yang memiliki kemampuan bertahan serta membantu serangan dengan baik.
Ia saat ini menjadi andalan klub kasta kedua Liga Spanyol, UD Almeria, dalam upaya promosi ke kasta utama.
Lalu ada Luc Marijnissen yang berkarier di Liga Belgia untuk menambah opsi di jantung pertahanan skuad Garuda.
Luc Marijnissen memperkuat FCV Dender yang saat ini bermain di kasta teratas Liga Belgia dengan performa stabil.
Ia berposisi sebagai bek tengah yang dikenal memiliki ketenangan dalam mematahkan serangan balik lawan yang cepat.
Terakhir, ada nama Jordy Wehrmann yang sudah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia secara langsung melalui kompetisi lokal.
Jordy Wehrmann merupakan pemain yang memperkuat Madura United di Super League dengan kontribusi yang sangat signifikan.
Ia berposisi sebagai gelandang tengah dan bertahan yang bertugas memutus aliran bola lawan sebelum masuk pertahanan.
Dengan deretan nama berbakat ini, jalan menuju prestasi dunia bagi sepak bola Indonesia tampak semakin nyata.
PSSI diharapkan terus bergerak cepat untuk mengamankan jasa para pemain ini demi kejayaan merah putih.
Semangat nasionalisme yang dipadukan dengan kualitas teknik tinggi akan menjadi senjata mematikan bagi Indonesia nantinya.
Seluruh elemen sepak bola nasional kini bersatu demi mewujudkan mimpi melihat Garuda terbang tinggi di internasional.
Sejarah baru siap ditulis oleh generasi emas ini dalam beberapa tahun yang akan datang bagi Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
AFC Sanksi PSSI Lagi Akibat Telat Lapor Laga Uji Coba Timnas Indonesia Lawan Mali
-
Jadi Man of the Match Persija, Allano Lima Jelaskan Soal Kartu Kuning
-
Maarten Paes Incar Posisi Kiper Utama Ajax Musim Depan Usai Debut Manis Lawan NEC Nijmegen
-
Jelang FIFA Series 2026, Kevin Diks: Kami Harus Lebih Kejam!
-
Eks Mertua Pratama Arhan Bawa Kasus Baru ke PSSI, Akan Segera Lapor
-
Kevin Diks Bicara Periode Sulit Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Spalletti Menghilang usai Juventus Disingirkan Galatasaray, Chiellini Pasang Badan
-
Calvin Verdonk Main Sangar Lawan Angers, Tiket Liga Champions Kini Bukan Sekadar Mimpi Bagi Lille
-
Daftar Lengkap Tim yang Lolos 16 Besar Liga Champions: Galatasaray Singkirkan Juventus
-
Jordi Amat Jadi Gelandang Persija, Solusi Cerdas John Herdman Untuk Lini Tengah Timnas Indonesia?