- PSSI disanksi oleh AFC karena pelanggaran administrasi dalam laga uji coba Timnas U-23 melawan Mali.
- Pelanggaran spesifik adalah keterlambatan pemberitahuan pertandingan lintas konfederasi sesuai Regulasi Pertandingan AFC.
- Denda sebesar US$1.500 wajib dibayar PSSI dalam 30 hari; ini pelanggaran ketujuh kalinya.
Suara.com - Induk sepak bola nasional, PSSI, kembali jadi sorotan setelah dijatuhi sanksi oleh AFC. Hukuman tersebut berkaitan dengan pelanggaran administrasi dalam laga uji coba internasional antara Timnas Indonesia U-23 melawan Mali national football team.
Keputusan sanksi itu merujuk pada pelanggaran Regulasi Pertandingan Internasional AFC, khususnya Pasal 11 yang mengatur prosedur penyelenggaraan laga uji coba internasional level dua.
Dalam dokumen resmi, PSSI dinyatakan terlambat menyampaikan pemberitahuan terkait pertandingan lintas konfederasi yang melibatkan wakil Asia (AFC) dan Afrika (CAF).
Kelalaian administratif tersebut berujung pada denda sebesar US$1.500 atau sekitar Rp25 juta. Nominal itu wajib dilunasi maksimal 30 hari setelah keputusan ditetapkan.
Yang menjadi perhatian, ini bukan kali pertama federasi mendapat teguran serupa.
Dalam catatan AFC, pelanggaran ini disebut sebagai yang ketujuh kalinya dilakukan PSSI dalam konteks regulasi pertandingan internasional.
Meski jumlah dendanya relatif kecil dibanding sanksi kompetisi resmi, kasus ini tetap memunculkan pertanyaan soal ketelitian dan tata kelola administrasi pertandingan internasional.
Terlebih, agenda uji coba lintas konfederasi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan matang federasi.
Tidak ada keterangan resmi terkait opsi banding atas keputusan tersebut. Dengan nilai denda yang tidak terlalu besar, kemungkinan PSSI memilih menyelesaikan kewajiban pembayaran tanpa mengajukan protes.
Baca Juga: Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa di level internasional, bukan hanya performa di lapangan yang diperhitungkan, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi dan prosedur administratif yang ketat.
Berita Terkait
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Thom Haye dan Marceng Bakal Absen, Siapa yang Layak Gantikan Peran Keduanya di Timnas?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions
-
John Herdman Dipuji Pundit Malaysia: Jauh Lebih Visioner Dibanding Patrick Kluivert