- Media Belanda mengungkap kembali momen Patrick Kluivert berbohong tentang kontak dengan keluarga korban kecelakaan pada acara televisi tahun 2006.
- Kluivert menyatakan telah menjalin kontak rutin dengan keluarga korban sejak Februari 2006 saat promosi autobiografinya.
- Pemandu acara Holland Sport mengonfirmasi bahwa kontak tersebut hanya berupa satu SMS yang dikirim sehari sebelum siaran langsung acara.
Suara.com - Salah satu media Belanda membongkar cerita lama mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dalam perjalanan kariernya saat masih jadi pemain.
Media Belanda, kijk.nl kembali menampilkan potongan video lawas saat Kluivert berbohong pada acara live televisi di Belanda.
"Lifegoals Patrick Kluivert pijnlijk geconfronteerd op tv: ‘De leugen van Kluivert" tulis tajuk media Belanda itu yang tayang 26 Februari 2025.
Dalam bahasa Indonesia, tajuk media Belanda itu artinya, Lifegoals: Patrick Kluivert dikonfrontasi secara menyakitkan di televisi: ‘Kebohongan Kluivert.
Apa yang Terjadi Saat Itu?
Peristiwa ini terjadi pada 2006 saat Patrick Kluivert, hadir sebagai tamu untuk membahas autobiografinya.
Program Holland Sport merupakan acara olahraga yang tayang di stasiun televisi Belanda, VPRO. Acara ini disiarkan langsung dari Studio Plantage, Amsterdam, dan dipandu oleh Wilfried de Jong.
Biasanya, pembahasan dalam program tersebut berlangsung santai dan ringan seputar perjalanan karier atlet. Namun, suasana berbeda terjadi saat Kluivert duduk di kursi tamu.
Ia datang untuk mempromosikan buku autobiografinya bersama jurnalis ternama Belanda, Matthijs van Nieuwkerk.
Baca Juga: Sihir Carrick di MU Masih Berlanjut, Kini Samai Rekor Calon Pelatih Timnas Indonesia
Kebohongan Patrick Kluivert
Dalam wawancara tersebut, Kluivert membahas kembali kecelakaan mobil fatal yang pernah ia sebabkan di masa lalu.
Ia menyatakan bahwa sejak Februari 2006, dirinya kembali menjalin kontak dengan keluarga korban, yang dikenal sebagai keluarga Tuan Putman.
Namun, pernyataan itu langsung dipertanyakan oleh Wilfried de Jong.
Sebagai jurnalis, De Jong ternyata telah melakukan penelusuran sebelum siaran berlangsung. Ia mengungkap bahwa kontak yang dimaksud Kluivert ternyata hanya berupa sebuah pesan singkat (SMS) yang dikirim sehari sebelum tayangan Holland Sport.
Sebelumnya, janda dan putri korban disebut sempat bertemu langsung dengan Kluivert di sebuah restoran.
Berita Terkait
-
Sihir Carrick di MU Masih Berlanjut, Kini Samai Rekor Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran
-
Ajax Ditahan PEC, Pundit Belanda Kritik Habis-habisan Maarten Paes dan Jordi Cruyff
-
Maarten Paes Tak Gentar, Siap Rebut Status Kiper Utama Ajax
-
Aksi Dingin Kevin Diks Eksekusi Penalti Akhiri Tren Buruk Gladbach di Bundesliga
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan