-
Maarten Paes menjadi Man of the Match meski dikritik keras oleh legenda Ajax Amsterdam.
-
Kenneth Perez menyebut operan Maarten Paes lemah dan membahayakan pertahanan tim saat melawan Zwolle.
-
Adaptasi gaya main kiper modern menjadi tantangan utama Paes bersama Ajax dan Timnas Indonesia.
Tuntutan menjadi kiper modern memang mengharuskan Paes untuk lebih aktif dalam skema operan pendek dari belakang.
Walau distribusinya dikritik kualitas refleks Paes dalam mengantisipasi tembakan jarak dekat tetap mendapat apresiasi tinggi.
Ia terbukti sukses mementahkan dua peluang emas dari pemain Zwolle termasuk sepakan maut milik Koen Kostons.
Berkat ketangguhannya menghalau serangan lawan panitia pertandingan menobatkan Maarten Paes sebagai Man of the Match.
Raihan gelar individu ini membuktikan bahwa kehadiran Paes tetap krusial dalam mencuri satu poin di kandang lawan.
Statistik menunjukkan ia tetap menjadi tembok yang sulit ditembus meski sedang berjuang memperbaiki aspek operan bolanya.
Situasi di Ajax ini menjadi sinyal penting bagi John Herdman yang baru saja menahkodai Timnas Indonesia.
Herdman diprediksi akan menerapkan filosofi sepak bola modern yang menuntut peran aktif kiper dalam memulai serangan.
Pengalaman berharga di Eredivisie ini menjadi modal mental yang sangat besar bagi Paes sebelum membela Garuda.
Baca Juga: Gemilang di Eropa! 2 Pemain Timnas Indonesia Masuk Tim Terbaik Liga Masing-masing
Menghadapi tekanan suporter dan kritik pedas dari legenda klub akan membentuk karakter kepemimpinannya di lapangan.
Agenda FIFA Series 2026 mendatang akan menjadi pembuktian apakah Paes sudah mampu menyerap tuntutan sepak bola modern.
Kini fokus utama sang penjaga gawang adalah mempertahankan konsistensi performa pada pertandingan berat selanjutnya.
Laga menghadapi FC Groningen akan menjadi ujian berikutnya bagi Paes untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pilihan utama.
Dukungan dari suporter Indonesia terus mengalir deras di media sosial seiring populernya julukan Genzo Paesbayashi.
Publik tanah air berharap Paes mampu segera menyempurnakan kemampuan build-up play sesuai ekspektasi tim kepelatihan Ajax.
Keberhasilan menjaga clean sheet adalah langkah awal yang positif dalam perjalanan kariernya di kompetisi Eropa tersebut.
Tantangan sesungguhnya bagi Paes adalah menjaga standar tinggi yang sudah ditetapkan oleh sejarah panjang klub Ajax.
Menyeimbangkan antara ketangguhan menjaga gawang dan kecerdasan mendistribusikan bola adalah kunci kesuksesannya di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Hasil Argentina vs Tanjung Verde: Tim Debutan Tahan Lionel Messi Cs 1-1 di Waktu Normal!
-
Kiper Mesir Syok The Pharaohs Bisa Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Drama Adu Penalti di Arlington! Mesir Singkirkan Australia Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Bersinar di Persija, Fajar Fathurrahman Juga Sandang Gelar Sarjana dan Raih Penghargaan Kampus
-
Sandy Walsh Bersiap Jalani Latihan Perdana Bersama Persib Bandung, Igor Tolic Pastikan Skuad Kumpul
-
Tak Sepakat Piala AFF Disebut Ecek-ecek, PSSI: Kita Belum Juara
-
Jual Jersey untuk Berobat Anak, Kiper Paraguay Ingin Kalahkan Prancis Demi Pulangkan Baju Miliknya