- Media Inggris The Guardian membocorkan bahwa Irak atau UEA menjadi prioritas utama FIFA untuk menggantikan Iran jika negara tersebut resmi mundur dari Piala Dunia 2026.
- Posisi pengganti akan diberikan kepada Irak jika mereka gagal di playoff antarkonfederasi, namun akan diserahkan kepada UEA jika Irak berhasil lolos.
- Kabar ini memastikan tertutupnya peluang Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026, sehingga PSSI kini fokus pada target jangka panjang menuju edisi 2030 bersama John Herdman.
Suara.com - Spekulasi liar yang berkembang mengenai negara mana yang akan menggantikan posisi Iran di putaran final Piala Dunia 2026 kini mulai menemui titik terang.
Berdasarkan bocoran terbaru, dipastikan bukan Timnas Indonesia yang akan mendapatkan durian runtuh untuk berlaga di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Kabar ini diungkapkan secara eksklusif oleh salah satu media ternama asal Inggris, The Guardian, yang mengutip langsung pernyataan dari sumber internal FIFA.
Laporan media tersebut menyebutkan bahwa tim nasional Irak atau Uni Emirat Arab (UEA) adalah dua kandidat terkuat yang berpeluang besar mengambil alih jatah tiket milik Iran.
Isu mundurnya Iran ini pertama kali mencuat setelah Presiden Federasi Sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, secara terbuka membuka opsi penarikan diri timnya.
Ancaman pengunduran diri tersebut muncul sebagai reaksi atas eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Iran mendapatkan serangan militer sejak 28 Februari 2026 lalu.
Situasi ini menjadi semakin rumit dan ironis mengingat seluruh pertandingan Iran di fase Grup G dijadwalkan akan digelar di wilayah Amerika Serikat.
Sesuai hasil undian, Team Melli tergabung di dalam grup yang sama dengan Selandia Baru, tim kuat Eropa Belgia, dan wakil Afrika yakni Mesir.
Iran dijadwalkan akan melakoni pertandingan penyisihan grup mereka di dua kota besar Amerika Serikat, yakni Los Angeles dan Seattle.
Baca Juga: Konflik Iran dan AS-Israel Ganggu Persiapan Momok Timnas Indonesia ke Playoff Piala Dunia 2026
Melihat kondisi geopolitik yang kian memanas, partisipasi skuad asuhan Amir Ghalenoei di tanah musuh bebuyutannya itu menjadi tanda tanya besar.
Dalam laporan analisisnya, The Guardian menuliskan secara tegas mengenai hierarki pengganti jika skenario pengunduran diri tersebut benar-benar terjadi.
“Jika Irak gagal lolos, sumber FIFA mengindikasikan Irak akan menjadi kandidat kuat menggantikan Iran,” tulis The Guardian dalam laporannya.
Timnas Irak sendiri saat ini masih berjuang dan akan tampil di babak playoff antarkonfederasi yang dijadwalkan bergulir pada 31 Maret 2026 mendatang.
Skuad Singa Mesopotamia tersebut tengah menanti pemenang antara laga Bolivia melawan Suriname untuk dihadapi pada partai semifinal playoff.
Apabila Irak ternyata berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur playoff tersebut, maka skenario pergantian negara akan otomatis berubah haluan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan