-
Donald Trump menyatakan tidak peduli dengan kehadiran tim nasional Iran di Piala Dunia 2026.
-
Iran terancam batal ikut serta akibat ketegangan militer dan masalah izin visa Amerika Serikat.
-
Keamanan menjadi alasan utama pemerintah AS memperketat akses bagi pejabat Iran selama turnamen berlangsung.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpeduliannya terhadap partisipasi Timnas Iran pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Pernyataan ini muncul di tengah persiapan intensif tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menyambut pesta bola tersebut.
Gelaran akbar sepak bola tingkat global ini dijadwalkan akan memanjakan mata para penggemar mulai tanggal 11 Juni hingga 19 Juli.
Meski tensi politik antar kedua negara sedang berada di titik tinggi, Trump tampak sangat santai menanggapi kehadiran perwakilan dari Teheran.
"Saya benar-benar tidak peduli," kata Trump kepada Politico.
Sikap dingin ini didasari oleh pandangan pribadinya terhadap kekuatan negara lawan yang dianggapnya sedang mengalami masa sulit secara internal maupun eksternal.
"Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak, mereka sudah kehabisan tenaga."
Secara administratif Iran memang telah mengamankan tiket resmi untuk bertanding di putaran final kompetisi bergengsi empat tahunan ini.
Namun sebuah sinyal mengkhawatirkan muncul saat FIFA menggelar rapat koordinasi teknis bagi para peserta di Atlanta pada pekan ini.
Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Justru Bersiap Tingkatkan Operasi
Dalam pertemuan penting tersebut delegasi dari Iran tercatat sebagai satu-satunya perwakilan negara peserta yang tidak menampakkan diri.
Absensi ini langsung memicu spekulasi besar mengenai komitmen Teheran untuk memberangkatkan skuad mereka ke wilayah Amerika Utara musim panas nanti.
Situasi semakin rumit mengingat eskalasi konflik regional yang kian memanas dan berpotensi menghambat mobilitas para atlet serta ofisial.
Pemerintah Amerika Serikat juga menghadapi dilema mengenai pemberian izin masuk bagi para pejabat pemerintahan Iran yang ingin mendampingi tim.
Pihak FIFA sendiri memilih untuk menutup mulut dan tidak memberikan komentar resmi terkait dinamika politik yang menyelimuti turnamen ini.
Federasi internasional tersebut secara historis selalu berupaya keras agar urusan lapangan hijau tidak terdistorsi oleh kepentingan politik negara-negara besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
4 Lipstik Buttonscarves Beauty Diskon sampai 80% di Shopee, Harga Mulai Rp60 Ribuan!
-
Pakai Masker dan Berjalan Cepat, Raja Juli Cuma Ucap 'Terima Kasih' Saat Ditanya Soal KPK
-
Persis Solo Datangkan Terens Puhiri untuk Pegadaian Championship 2026/2027
-
Satu Siswa SD Meninggal, Luthfi Pastikan Korban Kecelakaan KA Semarang dapat Perawatan Penuh
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Pemain Baru Persija Langsung Angkat Topi Merasakan Atmosfer Dilatih Shin Tae-yong
-
Purbaya Ungkap Tujuan PFII, Tarik Investasi Asing hingga Biayai Sektor Riil
-
John Herdman Pusing Cari Kiper Ketiga Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
-
Bongkar Sikap Presiden, Habiburokhman: Kader Sendiri Ditangkap Pun Pak Prabowo Tak Intervensi
-
Izin Berbelit-belit Masih Hambatan Proyek Migas