-
John Herdman memanggil 41 pemain Timnas Indonesia untuk persiapan menghadapi turnamen FIFA Series 2026.
-
Tiga pemain muda yakni Fajar Fathurrahman, Jens Raven, dan Tim Geypens berpeluang jalani debut.
-
Skuad ini mengombinasikan kekuatan pemain lama seperti Jay Idzes dengan potensi besar wajah baru.
Setidaknya ada tiga sosok yang paling mencuri perhatian karena berpeluang besar mencatatkan penampilan perdana mereka nanti.
Nama pertama yang menjadi sorotan utama publik adalah pemain bertahan sayap kanan berbakat, Fajar Fathurrahman.
Sebelumnya, Fajar merupakan sosok yang sangat identik dengan skuad Indonesia pada berbagai tingkatan kelompok umur.
Namun, penantian panjang sang pemain untuk bisa menembus tim kasta tertinggi akhirnya membuahkan hasil manis sekarang.
Pemanggilan ini menjadi tonggak sejarah yang sangat krusial dalam perjalanan panjang karier profesional sepak bola miliknya.
Penilaian positif terhadap Fajar tidak lepas dari performa stabil yang ia tunjukkan secara konsisten dalam liga.
Pemain ini pernah menjadi bagian penting dari pertahanan Borneo FC sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta.
Kini, ia tercatat sebagai salah satu penggawa andalan yang memperkuat tim besar ibu kota, Persija Jakarta.
Kelebihan utamanya terletak pada kedisiplinan yang sangat tinggi dalam menjaga area koridor kanan pertahanan tim.
Baca Juga: Rincian 41 Nama yang Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia: Pemain Super League Lebih Banyak
Jika diberi menit bermain pada ajang FIFA Series, Fajar diyakini mampu bersaing ketat di level internasional.
Sosok kedua yang tidak kalah menarik untuk dinantikan aksinya di lapangan hijau adalah penyerang Jens Raven.
Striker muda yang memiliki darah keturunan Belanda ini sebelumnya telah lama menjadi buah bibir pecinta bola.
Ia dikenal sebagai ujung tombak yang sangat mematikan ketika membela tim nasional Indonesia di kategori umur.
Statistik mencatat bahwa ia telah berhasil mengemas sebanyak 17 gol dari total 29 laga bersama Garuda Muda.
Ketajaman luar biasa tersebut membuat banyak pihak berharap besar pada kontribusinya bagi tim nasional level senior.
Ajang FIFA Series 2026 menjadi gerbang awal bagi Raven untuk membuktikan bahwa dirinya layak naik kelas.
Meski persaingan di sektor penyerangan sangat ketat, peluang baginya untuk unjuk gigi tetap terbuka lebar sekali.
Herdman memiliki banyak pilihan taktik yang memungkinkan Raven menjadi senjata baru di dalam area kotak penalti.
Karakter permainannya yang berbeda diprediksi akan memberikan variasi serangan yang lebih segar bagi skema pelatih.
Kemampuan penyelesaian akhirnya yang dingin sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas gol tim nasional Indonesia secara keseluruhan.
Nama terakhir yang melengkapi daftar calon debutan potensial adalah pemain yang berkarir di Eropa, Tim Geypens.
Pemain yang kini berkiprah di kompetisi Belanda tersebut akhirnya mendapatkan pengakuan resmi melalui pemanggilan tim senior ini.
Ia sempat menjadi topik pembicaraan hangat setelah secara hukum resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun lalu.
Momen bersejarah tersebut terjadi tepat pada bulan Februari 2025 yang menandai kesiapannya membela panji Merah Putih.
Kini, penantian publik untuk melihat aksinya di skuad utama akan segera terwujud melalui tangan dingin Herdman.
Geypens membawa modal yang sangat berharga berupa pengalaman bertanding di kompetisi sepak bola Benua Biru tersebut.
Saat ini, ia aktif berkompetisi di kasta kedua Liga Belanda dengan memperkuat salah satu klub yakni FC Emmen.
Menjadi pemain yang rutin mendapatkan menit bermain di Eropa memberikan keunggulan tersendiri secara teknis maupun mental bertanding.
Selain pengalaman, Geypens juga dikenal publik sepak bola sebagai pemain yang mampu mengisi beberapa posisi berbeda.
Ia bisa beroperasi dengan sangat baik sebagai pemain bertahan kiri maupun ditempatkan sebagai pemain tengah kiri.
Kemampuan serbaguna atau fleksibilitas yang dimiliki Geypens menjadi aset yang sangat mahal bagi seorang pesepak bola.
Dalam skema permainan modern, pemain yang adaptif terhadap berbagai posisi sangat disukai oleh pelatih seperti John Herdman.
Jika ia mampu memaksimalkan kesempatan emas ini, perannya akan menjadi sangat vital bagi masa depan tim.
Kehadirannya diprediksi akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari proyek ambisius jangka panjang yang sedang dibangun pelatih.
Laga FIFA Series mendatang akan menjadi ajang pembuktian sesungguhnya bagi ketiga talenta hebat yang baru dipanggil ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar
-
Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu
-
DPRD DKI Minta Pemprov Kebut Penataan Kabel Semrawut Jakarta, Jangan Tunggu Korban Lagi
-
Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu
-
Pre Order di Blibli Tanggal 22 Juli Hingga 13 Agustus, Lihat Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip 8
-
Misteri di Kamar Kos Metro: Menguak Tabir Kepergian Mendadak Dokter Muda Zulfikar
-
Museum Bank Indonesia Simpan Uang Antik Hampir 200 Tahun, BI Siapkan Transformasi ke Era Digital
-
Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru
-
CLIK Kenalkan Skor Prediktif, Bank Kini Bisa Deteksi Calon Peminjam 3 Bulan Lebih Awal
-
Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?