- Ketidakpastian menyelimuti upaya Timnas Irak lolos Piala Dunia akibat ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
- Pelatih Graham Arnold meminta penundaan playoff antarbenua di Meksiko karena masalah penutupan wilayah udara.
- Kondisi keamanan membatasi mobilisasi skuad inti Irak, mengancam kesiapan teknis tim dalam laga penting tersebut.
Suara.com - Mimpi Timas Irak untuk kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian empat dekade kini dibayangi ketidakpastian besar.
Ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, berdampak langsung pada operasional Timnass Irak.
Pelatih kepala Singa Mesopotamia, Graham Arnold secara terbuka menyerukan agar laga krusial babak playoff antarbenua yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko akhir Maret ini ditunda.
Masalah utama yang dihadapi skuad berjuluk Aymen Hussen dkk ini adalah penutupan wilayah udara.
Sejak eskalasi militer terjadi di wilayah tetangga pada akhir Februari lalu, bandara-bandara di Irak belum beroperasi secara normal.
Kondisi ini membuat mobilisasi pemain dan ofisial IRak menuju Monterrey, Meksiko, menjadi hampir mustahil dilakukan tepat waktu.
Adapun di babak playoff, Irak menunggu pemenang antara Bolivia dan Suriname untuk memperebutkan tiket putaran final. Namun, Graham Arnold khawatir hambatan logistik ini akan merusak kesiapan teknis timnya.
Pelatih asal Australia tersebut menekankan bahwa dalam laga sebesar ini, ia tidak bisa mengandalkan skuad lapis kedua.
"Ini bukan tim terbaik kami dan kami membutuhkan susunan pemain terbaik untuk pertandingan terbesar dalam 40 tahun terakhir," kata Graham Arnold itu kepada Australian Associated Press.
Baca Juga: Harga Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Anjlok Parah, Cuma Dibandrol Rp190 Ribu
Hasrat masyarakat Irak untuk melihat tim kesayangan mereka berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sangatlah tinggi.
Hal inilah yang menjadi motivasi utama Arnold dalam mengemban tugas kepelatihan di sana.
Mengingat kompleksitas situasi keamanan di Teluk, Arnold menilai penundaan adalah solusi paling logis agar aspek kompetitif pertandingan tetap terjaga.
Persiapan yang matang menjadi mustahil jika para pemain terjebak di zona konflik atau terpaksa menempuh rute perjalanan yang menguras fisik.
"Saya pikir jika FIFA menunda pertandingan ini, kami akan memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik," ujar Arnold.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal dikabarkan terus melobi otoritas terkait agar hak-hak Timnas Irak tidak terabaikan di tengah krisis ini.
Berita Terkait
-
Neymar Digugat! Perempuan Ini Dipaksa Eks PSG Itu Kerja 16 Jam Sehari Layani 150 Orang
-
FIFA Mulai Was-was dengan Perang AS vs Iran, Klausul Darurat Piala Dunia 2026 Bakal Diaktifkan?
-
Dilema Pemain Keturunan di Super League, Siapa Sukses Beradaptasi dan Siapa Cadangan Mati?
-
Gennaro Gattuso Dianggap Juru Selamat untuk Italia Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan