Bola / Bola Dunia
Senin, 09 Maret 2026 | 15:20 WIB
Pelatih Irak, Graham Arnold minta playoff Piala Dunia 2026 ditunda. (Dok. Irak FA)
Baca 10 detik
  • Ketidakpastian menyelimuti upaya Timnas Irak lolos Piala Dunia akibat ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
  • Pelatih Graham Arnold meminta penundaan playoff antarbenua di Meksiko karena masalah penutupan wilayah udara.
  • Kondisi keamanan membatasi mobilisasi skuad inti Irak, mengancam kesiapan teknis tim dalam laga penting tersebut.

Suara.com - Mimpi Timas Irak untuk kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian empat dekade kini dibayangi ketidakpastian besar.

Ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, berdampak langsung pada operasional Timnass Irak.

Pelatih kepala Singa Mesopotamia, Graham Arnold secara terbuka menyerukan agar laga krusial babak playoff antarbenua yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko akhir Maret ini ditunda.

Masalah utama yang dihadapi skuad berjuluk Aymen Hussen dkk ini adalah penutupan wilayah udara.

Sejak eskalasi militer terjadi di wilayah tetangga pada akhir Februari lalu, bandara-bandara di Irak belum beroperasi secara normal.

Kondisi ini membuat mobilisasi pemain dan ofisial IRak menuju Monterrey, Meksiko, menjadi hampir mustahil dilakukan tepat waktu.

Adapun di babak playoff, Irak menunggu pemenang antara Bolivia dan Suriname untuk memperebutkan tiket putaran final. Namun, Graham Arnold khawatir hambatan logistik ini akan merusak kesiapan teknis timnya.

Pelatih asal Australia tersebut menekankan bahwa dalam laga sebesar ini, ia tidak bisa mengandalkan skuad lapis kedua.

"Ini bukan tim terbaik kami dan kami membutuhkan susunan pemain terbaik untuk pertandingan terbesar dalam 40 tahun terakhir," kata Graham Arnold itu kepada Australian Associated Press.

Baca Juga: Harga Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Anjlok Parah, Cuma Dibandrol Rp190 Ribu

Hasrat masyarakat Irak untuk melihat tim kesayangan mereka berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sangatlah tinggi.

Hal inilah yang menjadi motivasi utama Arnold dalam mengemban tugas kepelatihan di sana.

Mengingat kompleksitas situasi keamanan di Teluk, Arnold menilai penundaan adalah solusi paling logis agar aspek kompetitif pertandingan tetap terjaga.

Persiapan yang matang menjadi mustahil jika para pemain terjebak di zona konflik atau terpaksa menempuh rute perjalanan yang menguras fisik.

"Saya pikir jika FIFA menunda pertandingan ini, kami akan memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik," ujar Arnold.

Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal dikabarkan terus melobi otoritas terkait agar hak-hak Timnas Irak tidak terabaikan di tengah krisis ini.

Load More