Bola / BolaTaiment
Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:00 WIB
Air Mata Neymar: “Saya Malu, Ini Kekalahan Terburuk dalam Hidup Saya” [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Mantan chef pribadi Neymar mengajukan gugatan ke Pengadilan Perburuhan Brasil atas dugaan eksploitasi jam kerja.
  • Chef tersebut menuduh bekerja hingga 16 jam sehari melayani pemain dan rombongan hingga 150 orang di Rio de Janeiro.
  • Gugatan tersebut menuntut kompensasi sekitar 262.000 real Brasil akibat masalah kesehatan dan beban kerja berat.

Suara.com - Bintang sepak bola Brasil, Neymar, menghadapi gugatan hukum dari mantan chef pribadinya.

Perempuan tersebut menuduh dirinya dipaksa bekerja hingga 16 jam sehari untuk menyiapkan makanan bagi sang pemain dan rombongan hingga 150 orang.

Gugatan itu diajukan ke Pengadilan Perburuhan Regional Brasil.

Chef tersebut mengklaim pekerjaan yang awalnya tampak normal berubah menjadi beban berat yang berdampak pada kesehatannya.

Menurut dokumen yang dilaporkan media Brasil Metropoles, sang koki bekerja di kediaman utama Neymar di Mangaratiba, Rio de Janeiro.

Ia bertugas di rumah mewah Casa Hotel Portobello dari Juli 2025 hingga Februari 2026.

Dalam kontraknya, jam kerja sebenarnya ditetapkan dari pukul 07.00 hingga 17.00 pada Senin sampai Kamis. Sementara pada hari Jumat, jadwalnya hanya sampai pukul 16.00.

Neymar CLBK dengan Blaugrana? Direktur Barcelona: Gak Usah Mikirin Masa Lalu [Instagram Neymar]

Namun dalam praktiknya, ia mengaku sering bekerja jauh lebih lama. Bahkan beberapa hari harus bertahan di dapur hingga pukul 23.00 atau tengah malam.

“Dia kerap bekerja hingga larut malam dan bahkan pada akhir pekan,” tulis laporan yang mengutip dokumen gugatan tersebut.

Baca Juga: Kalah dari Bali United, Pelatih Arema Ungkap Biang Kerok dan Singgung Mentalitas

Tak hanya jam kerja panjang, sang chef juga mengaku harus melewatkan waktu istirahat makan siang yang seharusnya menjadi haknya.

Tuntutan pekerjaan yang berat disebut membuat kondisi fisiknya menurun.

Ia mengklaim harus mengangkat potongan daging seberat sekitar 10 kilogram dan membawa belanjaan dalam jumlah besar setiap hari.

Selain itu, ia juga harus berdiri dalam waktu lama selama proses memasak dan melayani tamu.

Akibatnya, perempuan tersebut mengaku mengalami masalah kesehatan serius.

Ia dilaporkan menderita nyeri punggung dan peradangan pada pinggul akibat beban kerja yang berat.

Load More