-
Shayne Pattynama resmi ditunjuk menjadi Brand Ambassador Kelme dalam peluncuran jersey terbaru Indonesia.
-
CEO Kelme menyebut Shayne adalah representasi atlet modern yang penuh dedikasi dan semangat.
-
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem olahraga serta meningkatkan kesadaran merek Kelme di tanah air.
Suara.com - Kelme resmi menunjuk bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, sebagai Brand Ambassador dalam peluncuran jersey terbaru skuad Garuda. Pengumuman tersebut dilakukan di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Kamis (12/3/2026).
Shayne Pattynama saat ini dikenal sebagai salah satu pemain naturalisasi Indonesia yang memperkuat Persija Jakarta. Sebelum berkarier di Indonesia, pemain berposisi bek kiri itu sempat meniti perjalanan panjang di kompetisi Eropa.
Ia pernah memperkuat klub Norwegia, Viking FK, sebelum melanjutkan karier di Belgia bersama KAS Eupen. Pengalaman bermain di Eropa membuat namanya cukup dikenal oleh para pencinta sepak bola Tanah Air.
Di level internasional, Shayne sudah mencatatkan 12 penampilan bersama Timnas Indonesia.
Ia juga sempat mencuri perhatian ketika mencetak gol debut saat menghadapi Timnas Irak pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Zona Asia pada November 2024.
Bek berusia 26 tahun tersebut juga menjadi bagian dari skuad Garuda saat tampil di Piala Asia 2023. Kehadirannya memberi tambahan kekuatan di sektor pertahanan tim nasional.
"Shayne Pattynama menjadi representasi awal dari semangat yang ingin kami hadirkan melalui Kelme di Indonesia," kata CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.
"Namun ke depan, kami tentu tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan lebih banyak figur olahraga lainnya."
"Baik itu pemain Timnas Indonesia, klub sepak bola, maupun atlet dari cabang olahraga lain yang memiliki nilai dedikasi, semangat kompetisi, dan komitmen untuk terus berkembang," jelasnya.
Baca Juga: Van der Vaart Serang Maarten Paes, Media Belanda: Kritik Pedasnya Sampai Viral di Indonesia
Bagi Kelme, Shayne dianggap mewakili karakter atlet modern Indonesia. Ia dinilai memiliki dedikasi tinggi, disiplin, serta semangat untuk terus berkembang dalam karier profesionalnya.
Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan kampanye Leave Your Mark yang tengah digencarkan Kelme.
Program tersebut mengusung pesan agar para atlet mampu meninggalkan jejak positif dalam perjalanan olahraga mereka.
"Melalui kolaborasi yang beragam ini, kami berharap dapat memperluas awareness Kelme sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem olahraga di Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore
-
5 Rekomendasi Toko Sepeda Online Tepercaya di Indonesia, Koleksinya Lengkap
-
Ayah dan Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV
-
Tren Rumah Makin Personal, Setiap Sudut Hunian Kini Dirancang Sesuai Gaya Hidup Penghuninya
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
-
Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang