- Declan Rice dari Arsenal menyatakan timnya sangat percaya diri menghadapi Manchester City di final Carabao Cup.
- Arsenal menuju final dengan momentum positif pasca kemenangan atas Bayer Leverkusen di Liga Champions.
- Rice meyakini kemenangan final tersebut dapat menjadi titik awal kesuksesan besar bagi Arsenal musim ini.
Suara.com - Gelandang Declan Rice mengirim pesan tegas kepada Manchester City jelang final Carabao Cup.
Bintang Arsenal itu menegaskan timnya sedang dalam kepercayaan diri tinggi dan siap mengalahkan siapa pun.
Arsenal datang ke final dengan modal kemenangan 2-0 atas Bayer Leverkusen di Liga Champions yang memastikan mereka lolos ke perempat final dengan agregat 3-1.
Gol dicetak oleh Eberechi Eze dan Declan Rice, hasil yang semakin meningkatkan momentum tim asuhan Mikel Arteta.
Rice menilai laga final akhir pekan nanti bisa menjadi titik awal kesuksesan Arsenal musim ini.
“Ini bisa menjadi awal dari sesuatu. Ini trofi pertama yang bisa kami raih, dan kalau menang, momentumnya akan sangat besar,” kata Rice kepada CBS.
Ia juga menegaskan bahwa duel melawan City akan ditentukan oleh mental juara.
“Hari Minggu akan jadi pertandingan besar. Semua tergantung seberapa besar keinginan untuk menang. Kami kembali ke final dan kami ingin memberikan trofi untuk tim ini dan para fans,” ujarnya.
Arsenal saat ini sedang dalam performa impresif setelah tak terkalahkan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi.
Baca Juga: Tak Merasa Bersalah dengan Selebrasi Provokatif, Vinicius Junior: Dulu Mereka Tertawakan Saya
Rice mengatakan kondisi tersebut membuat skuad percaya diri menghadapi siapa saja.
“Kami sudah bicara di ruang ganti, kami siap. Setiap pertandingan sekarang kami percaya bisa menang, dan kami menantikan final itu,” tegasnya.
Sementara itu, Arteta memuji penampilan Rice yang tampil konsisten sepanjang musim.
“Dia luar biasa. Dia dan seluruh tim menunjukkan jiwa luar biasa. Bermain setiap tiga hari di level seperti ini sangat sulit,” kata Arteta usai pertandingan.
Final Carabao Cup antara Arsenal dan Manchester City diprediksi menjadi salah satu laga terbesar musim ini, dengan kedua tim sama-sama mengincar trofi penting untuk menjaga peluang juara di berbagai kompetisi.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Tak Merasa Bersalah dengan Selebrasi Provokatif, Vinicius Junior: Dulu Mereka Tertawakan Saya
-
Disingkirkan Real Madrid, Pep Guardiola: Musim Depan Kami akan Kembali
-
Bungkam Manchester City, Vinicius Jr: Ini Adalah Momen yang Penting
-
Arsenal Hajar Bayer Leverkusen, Mikel Arteta Puji Setinggi Langit Eberechi Eze
-
Man City Hancur Lebur Lawan Real Madrid, Pep Guardiola Pasang Badan Lindungi Bernardo Silva
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Promo Indomaret Terbaru 4 Agustus 2026: Susu Formula, Popok, hingga Skincare Diskon Besar
-
MMKSI Optimistis Penjualan Mitsubishi XForce Capai Target di GIIAS 2026
-
Ironi Perayaan Kemerdekaan: Pejabat Pakai Anggaran, Warga Bayar Patungan
-
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
-
Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi
-
Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
-
IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak
-
Gajah Jovi Mati setelah Sebulan Dirawat Intensif di PLG Minas
-
Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas