- Asosiasi Sepak Bola Palestina mengecam sanksi FIFA kepada Israel yang hanya berupa denda 150.000 franc Swiss tanpa adanya hukuman olahraga.
- Palestina merasa dikucilkan dari proses investigasi indisipliner dan tidak diberi ruang sama sekali untuk menyajikan bukti pelanggaran.
- PFA bertekad mengajukan banding dan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga demi menuntut keadilan yang setara bagi negara mereka.
Pengucilan secara sepihak ini jelas memunculkan kekhawatiran serius mengenai prinsip-prinsip keadilan prosedural bagi anggota resmi.
"Pengecualian ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai prinsip-prinsip keadilan prosedural dan kesetaraan dalam pembelaan," tambah PFA.
Menghadapi situasi yang dianggap berat sebelah ini, federasi tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum yang lebih agresif.
Mereka berencana mengajukan banding ke badan peradilan yang lebih tinggi untuk menuntut pemenuhan hak-hak mereka.
"Mempertimbangkan semua hal di atas, Federasi Sepak Bola Palestina akan mengambil semua langkah yang tepat dalam kerangka kerja FIFA, termasuk menggunakan haknya untuk mengajukan banding di hadapan badan peradilan FIFA," jelas PFA.
Jika langkah internal tersebut masih menemui jalan buntu, mereka memastikan siap membawa sengketa ini ke meja pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS) di Swiss.
"Dan, jika perlu, akan menempuh jalur hukum yang relevan, termasuk Pengadilan Arbitrase Olahraga, untuk memastikan perlindungan hak-haknya sebagai federasi anggota, penghormatan terhadap prinsip proporsionalitas, dan penerapan Statuta tanpa syarat," pungkas pernyataan resmi PFA.
Berita Terkait
-
Lolos Seleksi Ketat, Beckham Putra Siap Jawab Kepercayaan Timnas Indonesia
-
Dibuang STY Tak Dilirik Patrick Kluivert, John Herdman Ungkap Alasan Panggil Elkan Baggott ke Timnas
-
Alasan John Herdman Tak Yakin Timnas Indonesia Menang Mudah atas Saint Kitts and Nevis
-
Persiapan Mepet Jelang FIFA Series, John Herdman Putar Otak Poles Kilat Timnas Indonesia
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Pesan Bijak Cristiano Ronaldo Untuk Portugal Jelang Laga Penentuan Lawan Kolombia
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
3 Negara yang Pernah Dibantai Portugal dengan 5+ Gol di Piala Dunia
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Disebut-sebut Segera Naturalisasi Gelandang Keturunan Jerman
-
Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026
-
Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris