Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Maret 2026 | 15:42 WIB
Elkan Baggott saat konferensi pers bersama Timnas Indonesia jelang laga FIFA Series 2026 (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
Baca 10 detik
  • Elkan Baggott absen dari Timnas Indonesia sejak Piala Asia 2023 di Qatar, namun enggan merinci alasannya.
  • Pemain Ipswich Town itu baru dipanggil kembali oleh pelatih baru, John Herdman, setelah dua tahun absen.
  • Elkan menilai standar dan kualitas pemain Timnas Indonesia kini meningkat signifikan berkat banyak pemain Eropa.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, akhirnya buka suara soal absennya dari skuad Garuda dalam dua tahun terakhir. Namun, pemain Ipswich Town itu enggan mengungkap detail alasan di balik situasi tersebut.

Elkan terakhir kali membela Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2023 yang digelar pada awal 2024 di Qatar. Saat itu, tim Merah Putih masih dilatih Shin Tae-yong.

Setelah turnamen tersebut, Elkan tidak lagi mendapat panggilan. Situasi itu sempat dikaitkan dengan dugaan adanya persoalan internal.

Bahkan, saat Timnas Indonesia dilatih Patrick Kluivert, Elkan juga belum kembali ke skuad. Ia baru dipanggil lagi ketika John Herdman mengambil alih kursi pelatih.

Elkan mengakui memang ada alasan di balik absennya tersebut, tetapi ia memilih tidak membahasnya saat ini.

“Terakhir saya main itu di Qatar 2024," kata Elkan dalam konferensi pers jelang laga melawan Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (26/3/2026).

"Ada beberapa alasan kenapa saya tidak dipanggil selama dua tahun, tapi bukan saat yang tepat untuk membahasnya sekarang," lanjutnya.

Lebih jauh, Elkan mengaku bangga bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia. Ia bertekad memberikan yang terbaik untuk membanggakan publik sepak bola Tanah Air.

"Saya sangat senang kembali, ini kehormatan, dan saya ingin membuat bangga negara, keluarga, dan semua orang,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Pasar Ragnar Oratmangoen Kalahkan Satu Skuad Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026!

Menurut Elkan, Timnas Indonesia saat ini mengalami perubahan signifikan dibanding dua tahun lalu, terutama dari segi kualitas pemain.

“Perbedaan terbesar sekarang adalah standar dan kualitas pemain. Banyak pemain kini bermain di Eropa dan di klub top," ungkapnya.

"Selain itu, kebersamaan dan semangat tim jauh lebih tinggi, yang banyak dipengaruhi oleh Coach John dan energi yang dia bawa," pungkasnya.

Load More